GLOBALBANTEN.COM, Lebak | Aroma tak sedap kini menyelimuti akses utama Jalan Prof. Dr. Ir. Soetami, tepatnya di Kampung Tutul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Tumpukan sampah yang menggunung di bahu jalan dilaporkan warga kian mengkhawatirkan dan mengancam kesehatan lingkungan sekitar.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (5/4/2026), limbah rumah tangga hingga plastik tampak berserakan dan membusuk. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah ini mengeluarkan bau menyengat yang menusuk hidung, bahkan hingga tercium oleh pengguna jalan yang melintas dengan kendaraan.

Baca Juga :  Larut dalam Khidmat, Ribuan Umat Padati Klenteng Boen Tek Bio Kota Tangerang

Warga Sudah Lelah Bersihkan Secara Swadaya
Iwan, salah satu warga Kampung Tutul, mengungkapkan bahwa kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung lama. Meski warga sempat bergotong-royong membersihkan area tersebut, sampah kembali menumpuk akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Dulu sempat kami bersihkan bersama warga, tapi sekarang menumpuk lagi. Baunya sangat menyengat dan mengganggu lingkungan serta pengguna jalan. Jika dibiarkan, ini bisa jadi sarang penyakit,” ujar Iwan penuh kekhawatiran.

Baca Juga :  Munas IKAL 2025–2030 Tetapkan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman sebagai Ketua Umum

Pengendara Terganggu, Solusi Pengelolaan Sampah Ditagih
Keluhan serupa datang dari Joni, seorang pengendara motor yang rutin melintasi jalur tersebut. Ia mengaku terpaksa menahan napas setiap kali melewati area Kampung Tutul karena bau busuk yang menguap dari tumpukan plastik.

“Setiap lewat pasti tercium bau. Seharusnya ada solusi nyata, jangan sampai pinggir jalan jadi tempat pembuangan akhir (TPA) liar,” tegas Joni.

Baca Juga :  Direktur CBA Soroti PT Genesis Regeneration Smelting Yang Disidak Bupati

Masyarakat Desa Citeras kini mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak dan pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh. Warga juga menuntut penyediaan fasilitas tempat sampah yang layak serta tindakan tegas bagi pelaku pembuang sampah liar agar persoalan ini tidak terus berulang dan menjadi bom waktu bagi kesehatan warga.(pw)