GLOBALBANTEN.COM | Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Bappenas, Bogat Widyatmoko, menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak demi menghasilkan terobosan baru dalam kerja sama ekonomi

“Kerjasama Selatan-Selatan dan platform trade and investment ini akan menjadi sarana diplomasi baru yang akan mengedepankan diplomasi ekonomi. Ini akan menjadi awal dari diplomasi yang komprehensif,” ujar Bogat.

Dirinya turut mengapresiasi kesuksesan penyelenggaraan HLF MSP di Bali, yang menurutnya tidak terlepas dari peranan insan jurnalis.

“Kami atas nama Bappenas menyampaikan terima kasih atas support dan liputan rekan-rekan media selama dua hari ini di Bali, khususnya pada forum High-Level MSP,” ujar Bogat

Baca Juga :  Pj Bupati Tangerang Apresiasi Kades Kohod Kembangkan Pertanian Terpadu Berkelanjutan

Menurut Deputi Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Bappenas itu, HLF MSP membahas tiga tema utama, yaitu South-South Triangular Cooperation (SSTC), ekonomi berkelanjutan, dan pembiayaan inovatif.

Menurut Bogat, acara ini dimulai dengan sesi pemimpin bersama yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh tujuh kepala negara, termasuk enam dari Afrika dan satu dari Timor Leste.

“Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi di Bali International Convention Center (BICC) untuk HLF MSP,” tambahnya.

Baca Juga :  Berbagai Elemen Dukung Penuh Proses Transisi Pemerintah dan Program Prioritas Prabowo-Gibran

Lebih lanjut, Bogat mengungkapkan bahwa forum ini juga diisi dengan plenary session yang dibuka oleh Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dan keynote speech oleh Presiden Timor Leste Xanana Gusmao. Forum ini mencakup 12 parallel sessions yang melibatkan berbagai side events dan pertemuan bilateral.

“Alhamdulillah, karena forum ini bersifat publik, partisipasi sangat tinggi dengan sekitar 1.502 peserta dan menghadirkan 86 pembicara ternama,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widyansanti, menyoroti pentingnya metode blended financing sebagai solusi mengatasi kesenjangan pembiayaan. Bahkan, Indonesia juga telah mencontohkan pembangunan ekonomi yang bersifat regional.

Baca Juga :  Jessica Mendapatkan Bebas Bersyarat Tepat Sehari Setelah HUT Ke-79 Kemerdekaan RI.

“Indonesia sudah mengembangkan Bali Development Fund (BDF), sebuah inovasi baru untuk membantu implementasi transformasi ekonomi. BDF menjadi salah satu terobosan pembiayaan yang bisa dilakukan di level regional, nasional, maupun internasional,” ujar Amalia.

Forum High-Level MSP di Bali telah berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas solusi inovatif bagi tantangan pembangunan global.