GLOBALBANTEN.COM, Tangerang | Puluhan anak yatim dan dhuafa serta ibu-ibu dari Desa Kronjo Kecamatan Kronjo mendatangi Polsek Kronjo. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan aspirasi agar Tiket wisata Pulau Cangkir tetap dibuka. Rabu 26 Maret 2026

Menurut perwakilan warga, sebagian besar pendapatan dari tiket masuk Pulau Cangkir digunakan untuk santunan anak yatim dan dhuafa. Mereka khawatir jika Tiket wisata Pulau Cangkir ditutup dan tidak ada penjualan tiket, maka sumber dana untuk santunan akan hilang.

Baca Juga :  Berkedok Loker Restoran, Pasutri di Banten Ternyata 'Jual' Remaja via MiChat

“Kalau Tiket wisata Pulau Cangkir ditutup dan tiketnya tidak ada, terus untuk santunan anak yatim dan dhuafa bagaimana dan darimana, ujar warga

Baca Juga :  Presiden Harus Turun Tangan: Copot Kapolri & Dekrit Segera untuk Selamatkan NKRI

Warga berharap pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penutupan tiket wisata Pulau Cangkir, mengingat manfaatnya yang besar bagi anak yatim dan dhuafa di Desa Kronjo.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Terhadap Beberapa Perusahaan Pers Ditunda, Kuasa Hukum Harap Ada Keadilan untuk Insan Pers.

Sementara itu pihak Polsek Kronjo dan pemerintah desa serta pemerintah kecamatan Kronjo sedang mengadakan rapat koordinasi terkait pembukaan tiket masuk resmi wisata pulau cangkir di aula kantor kecamatan Kronjo(jack)