GLOBALBANTEN.COM, Serang | Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi membuat gebrakan besar dalam dunia birokrasi. Bertempat di Hotel Aston Serang, Senin (5/1), Pemkot Serang meluncurkan implementasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah berani ini menjadikan Ibu Kota Provinsi Banten tersebut sebagai kabupaten/kota pertama di Tanah Air Jawara yang menghapus sistem “titipan” dan beralih ke sistem meritokrasi murni.
Inovasi ini mendapat tepuk tangan langsung dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Kota Serang adalah langkah nyata dalam memerdekakan birokrasi dari intervensi politik.
“Manajemen talenta ini adalah senjata untuk memilih pejabat secara objektif. Tidak ada lagi ruang untuk intervensi politik. Pejabat dipilih murni karena kinerja terbaik untuk menjalankan visi-misi kepala daerah. Kota Serang adalah pelopor di tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Banten,” tegas Zudan dengan optimis.
Target 100% Digital: Banten Menuju Provinsi Pertama di Indonesia
Zudan menambahkan, sejak pengelolaan manajemen talenta dialihkan ke BKN, Provinsi Banten menunjukkan progres luar biasa. Setelah tingkat provinsi, Kota Serang kini memimpin di level daerah.
“Kami menargetkan tahun 2026 ini 100 persen kabupaten/kota di Banten sudah menerapkan manajemen talenta. Jika tercapai, Banten akan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang seluruh wilayahnya menerapkan sistem ini secara total,” tambahnya.
Sayonara Birokrasi Mahal, Selamat Datang ASN Digital
Bukan hanya soal profesionalisme, sistem ini menjadi jawaban atas isu pemborosan anggaran. Dengan aplikasi ASN Digital dan SIMATA, proses promosi jabatan yang dulunya memakan waktu berbulan-bulan dan biaya besar, kini bisa dipangkas seketika.
“Pengawasannya by system. Semua pergerakan karier ASN dimonitor langsung oleh BKN. Jauh lebih cepat, transparan, dan pastinya sangat hemat anggaran,” jelas Kepala BKN.
Walikota Budi Rustandi: Kinerja Adalah Panglima
Walikota Serang, Budi Rustandi, menekankan bahwa peluncuran ini adalah janji politiknya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan. Ia ingin memastikan bahwa pelayanan publik tidak lagi terhambat oleh kompetensi pejabat yang rendah.
“Ke depan, ukuran satu-satunya adalah kinerja. Tidak ada lagi urusan ‘kedekatan’. Saya ingin pemerintahan yang bersih, birokrasi yang sehat, sehingga masyarakat bisa merasakan pelayanan publik yang optimal,” ujar Budi dengan tegas.
Ia meyakini, dengan tata kelola yang efektif dan efisien melalui sistem ini, anggaran daerah dapat dialokasikan lebih besar untuk kepentingan langsung masyarakat daripada sekadar urusan administratif birokrasi.
Implementasi Manajemen Talenta ini diharapkan menjadi standar baru bagi daerah lain di Indonesia untuk menciptakan ASN yang tidak hanya melayani, tetapi juga berkelas dunia.(red)
