Globalbanten.com l Kapasitas jalan di tangerang selatan jalan ciater barat sampai dengan jalan Rawabuntu mulai dari kawasan pergudangan Taman Tekno sampai dengan Stasiun Rawabuntu sdh mendekati dan bahkan mencapai ratio 1

Hal ini terjadi pada jam sibuk disetiap hari kerja, Alinyement dan geometrik pada jalan tersebut sudah mestinya di evaluasi ulang. Terlebih pada jalan Rawabuntu yang terletak pada titik Transit Oriented Development (TOD) rencana stasiun rawabuntu.

Baca Juga :  Sekda: Wujudkan Generasi Indonesia Emas, Generasi Muda Harus Punya Integrasi dan Anti Korupsi

Hendra (47) karyawan swasta yang keseharian penggu transportasi Kereta Api mengatakan arus akses keluar masuk kendaraan dan pejalan kaki pada kegiatan project tersebut belum maksimal dalam menganalisa dan mengaplikasikan management rekaya lalu lintas pada titik point tersebut.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Kelas I Tangerang Lakukan Perekaman E-KTP

“Seharusnya kepentingan masyarakat adalah yang utama agar Dinas perhubungan kota Tangerang Selatan dan PT.Kereta Api Indonesia (KAI), Balai Perkeretaapian Jakarta – Banten, dan BPTJ Kementerian Perhubungan dapat bekerja sama dalam menangani dan mengatasi polemik transportasi di tangerang selatan terutama saat jam sibuk” ungkapnya

Ahmad (52) keseharian sebagai driver ojol menambahkan Jalan yang di lalui kendaraan di sudah over kapasitas apa terutama di saat jam sibuk

Baca Juga :  Desakan Keras FMBT: Usut Tuntas Penyelewengan Dana BOS Rp 10,6 Miliar di Banten!

“kalau pagi begini pasti macet parah mulai dari kawasan pergudangan Tekno sampai ke stasiun rawabuntu, yang biasanya di tempuh dalam waktu 10 menit bisa sampai Berjam jam bingung dah mau lewat mana”gerutunya. (M.id)