GLOBALBANTEN.COM | Aksi unjuk rasa yang digelar oleh organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu dan BEM se-Kabupaten Tangerang hari ini menolak perwakilan dari Bupati Tangerang. Senin (10/2/2025).

Massa aksi yang menuntut pembatalan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 menolak untuk berdialog dengan staf ahli protokol yang diutus untuk menemui aksi mahahsiswa di halaman gedung Bupati Tangerang.

Baca Juga :  Wartawan Berharap Polisi Tindak Kendaraan Depcolektor Mata Elang di Jalan Raya Bogor Diduga Bodong

Aksi yang dimulai sejak siang, diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Banten dan Kabupaten Tangerang.

Mereka membawa spanduk dan poster yang menuntut pembatalan PSN PIK 2, serta orasi-orasi yang menyuarakan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh proyek tersebut.

Baca Juga :  Kapolda Banten Kunjungi Ponpes Assalam Kemiri Tangerang : Ingatkan Pentingnya Pengawasan Pergaulan Remaja

“Kami tidak ingin bertemu dengan perwakilan yang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Kami ingin bertemu langsung dengan Bupati Tangerang atau pejabat yang memiliki kapasitas untuk membahas tuntutan kami secara serius,” ujar Ahmad Nawawi, koordinator aksi dari BEM Banten Bersatu, dalam orasinya.

Penolakan terhadap staf ahli protokol Bupati Tangerang ini menunjukkan kekecewaan mahasiswa terhadap respon pemerintah daerah terkait isu PSN PIK 2.

Baca Juga :  Penahanan Mantan Staf Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel dalam Kasus Dugaan Korupsi

Mereka menilai bahwa pemerintah daerah terkesan mengabaikan aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh proyek tersebut.

Meski demikian, mahasiswa berjanji akan terus melakukan aksi serupa hingga tuntutan mereka terpenuhi.

“Kami akan melakukan aksi serupa sampai keinginan kita terpenuhi,” pungkasnya.(Jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *