GLOBALBANTEN.COM | Aksi dugaan premanisme yang dilakukan oleh sekelompok oknum debt collector atau dikenal dengan sebutan mata elang (matel) di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menuai kecaman publik. Sebuah video berdurasi 1 menit 34 detik viral di media sosial memperlihatkan seorang ibu yang tengah mengendarai sepeda motor bersama anaknya dihadang secara paksa oleh beberapa orang matel. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (11/07/2025).

‎Dalam video tersebut, terlihat para matel bertindak secara arogan dan intimidatif. Adik dari korban menyampaikan bahwa surat-surat kendaraan, termasuk BPKB dan STNK, dalam keadaan lengkap. Namun demikian, matel tetap memaksa menghentikan korban di tengah jalan.

‎”Dokumen adik saya lengkap. Tapi mereka tetap memaksa dan bahkan mengancam saat divideokan. Harusnya mereka yang malu. Saya tidak terima dan akan segera membuat laporan polisi,” ujar kakak korban dengan nada geram.

‎Menanggapi kejadian tersebut, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhamad Indra Waspada menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini. Ia menegaskan sudah menginstruksikan jajarannya untuk menangani masalah tersebut secara serius.

‎“Saat dihubungi, Kapolresta Tangerang menyampaikan, ‘Baik, kita tindak lanjuti. Mohon waktu. Sudah saya sampaikan ke Kasat Reskrim dan Kapolseknya,’” ujarnya.

‎Kombes Pol Andi M. Indra Waspada baru saja menjabat sebagai Kapolresta Tangerang menggantikan Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono. Ia menekankan pentingnya perlindungan kepada warga dari segala bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat.

‎(Dw_red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *