GLOBALBANTEN.COM | Tangerang Warga di sejumlah wilayah Kota Tangerang harus berjibaku menghadapi krisis air bersih sejak beberapa hari terakhir. Penyebabnya, terjadi kebocoran pipa milik Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang yang memasok kebutuhan masyarakat di beberapa kecamatan. Akibat insiden tersebut, distribusi air ke rumah-rumah warga terhenti, khususnya di wilayah Jatiuwung, Periuk, Cibodas, dan Karawaci.

Dampak paling parah dirasakan oleh warga Perumahan Keroncong Permai, Kecamatan Jatiuwung, serta Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk. Ribuan kepala keluarga di kawasan ini sudah hampir satu pekan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Baca Juga :  156 Anggota Polres Metro Tangerang Kota Naik Pangkat, Simak Pesan Kapolres

Bagi warga yang sehari-hari bergantung sepenuhnya pada PDAM, kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga lumpuh. Air yang sebelumnya masih mengalir pun sudah dalam keadaan keruh sebelum benar-benar berhenti.

Baca Juga :  Pj Bupati Tangerang Buka Rakor TPID Kabupaten Tangerang

Sulis Setiawati, warga RT 08 RW 03 Perumahan Keroncong Permai, menceritakan bahwa sebanyak 70 kepala keluarga di lingkungannya kini harus mencari alternatif air. Menurutnya, sejak awal minggu lalu, aliran air PDAM yang masuk ke rumah warga sudah dalam kondisi keruh. Hingga akhirnya, dua hari terakhir benar-benar mati total. Selasa (16/9/2025).

Baca Juga :  Terima Undangan Resmi, Marhadi Mantapkan Langkah di Bursa Ketua Kadin Tangsel

“Air sebelum mati dari PDAM ya sudah keruh, hampir seminggu keruh terus mati. Kemarin masih ada sedikit ngalir, itu pun cuma di keran bawah. Tapi sekarang udah dua hari sama sekali enggak ada yang keluar. Padahal kita butuh air semua, ibu-ibu paling repot, semuanya pakai PDAM. Ini yang paling parah,” ungkap Sulis dengan nada kecewa.(Rom)