GLOBALBANTEN.COM | Tangsel — Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan kembali menuai kritik. Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Aliansi Ganyang Koruptor (ALIGATOR) menilai lembaga penegak hukum itu tidak berpihak pada rakyat dalam penanganan sejumlah kasus hukum, dan berencana menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (2/10/2025).

Mahasiswa menuding Kejari Tangsel kerap tebang pilih dalam penegakan hukum. Kasus-kasus besar yang diduga merugikan masyarakat dinilai lamban diproses, sementara kasus kecil yang menimpa warga justru cepat ditindak. Kondisi ini, menurut mereka, memperlihatkan ketidakadilan hukum dan membuat kepercayaan publik merosot tajam.

Baca Juga :  Ketua Umum DPP BIAS Indonesia Layangkan Surat ke Kecamatan Kresek, Soroti Dugaan Proyek Rabat Beton Asal-Asalan di Desa Renged.

“Ini baru langkah awal ALIGATOR selanjutnya kami akan melakukan akan melakukan aksi ke Kejangung,sudah saatnya Kejari Tangsel direformasi menyeluruh. Hukum jangan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegas Bayu, koordinator aksi, Senin (29/9).

Baca Juga :  Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tine Al Muktabar Serahkan Bantuan Nugget kepada Posyandu Merpati Putih Kota Tangerang

Dalam aksi Kamis mendatang, mahasiswa akan membawa 7 tuntutan utama 3 diantaranya adalah :
1. Reformasi total internal Kejari Tangsel.
2. Transparansi dan percepatan penanganan kasus-kasus besar yang merugikan publik.
3. Komitmen nyata untuk berpihak pada rakyat kecil.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas Antara Polri Dan Masyarakat, Kamtibmas Polsek Neglasari Ngopi Bareng Warga Neglasari RW 01

Bayu menegaskan, aksi dilakukan damai namun tegas, dengan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jabodetabek. “Kami tidak akan tinggal diam ketika keadilan dipermainkan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Tangsel belum memberi tanggapan resmi terkait tudingan mahasiswa maupun rencana aksi unjuk rasa tersebut.