GLOBALBANTEN,COM,Tangerang | Kemacetan parah terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Pakuhaji, Pisangan, dan Sepatan di Kabupaten Tangerang,Banten mengakibatkan kerusakan signifikan pada lingkungan sekitar. Mobil-mobil container dan truk pengangkut tanah dalam jumlah besar melintas di kawasan tersebut, menyebabkan pohon-pohon di pinggir jalan rusak dan menambah gravitasi kemacetan.Rabu
(20/3/2024)

“Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lainnya, serta dampak negatif pada lingkungan sekitar. Mobil container dan truk tanah, yang bertonase besar, seharusnya diberikan batasan dan regulasi ketat terkait lintasan yang dapat dilewatinya untuk menghindari kerusakan infrastruktur dan lingkungan jalan utama

Baca Juga :  Soal PT.PWD Melakukan Pemagaran Lahan Secara Sepihak, ALTAR Layangkan Surat Audiensi ke ATR-BPN Kabupaten Tangerang

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang segera diminta untuk mengambil tindakan mengenai situasi ini. Masyarakat dan pengguna jalan mendesak Dishub untuk mengevaluasi serta menertibkan aturan yang ada, khususnya peraturan bupati (perbup) yang mengatur tentang larangan melintas bagi kendaraan berat di beberapa ruas jalan tertentu.

Baca Juga :  420 Anggota TPS Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear Dilantik

Pihak berwenang diharapkan dapat merespons kejadian ini dengan tindakan konkret, tidak hanya demi keselamatan pengguna jalan tapi juga untuk kelestarian lingkungan. Ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan strategi jangka panjang yang akan mengatur lalu lintas kendaraan berat, membatasi akses pada jam-jam tertentu, atau mungkin mencari rute alternatif untuk mengurangi beban pada jalan-jalan yang tidak dirancang untuk menangani kendaraan dengan tonase yang cukup berat.

Baca Juga :  Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan, Lapas Pemuda Tangerang Gelar Senam Bersama dan Pembagian Vitamin

Pemkab Tangerang dan Dishub diminta untuk segera berkomunikasi dengan masyarakat dan stakeholder terkait untuk menemukan solusi terbaik atas masalah yang sedang dihadapi. Pendekatan proaktif dan tindakan cepat menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, serta untuk mempertahankan keharmonisan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.(Rom)