KTT AIS Forum Bertujuan Untuk Membahas Tantangan & Permasalahan Global

Senin, 9 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com, Bali | Indonesia menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic and Island States (AIS) Forum di Bali pada 10-11 Oktober 2023. KTT ini merupakan platform kerja sama yang dibentuk untuk mewadahi negara-negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia guna bersama-sama mengatasi tantangan serta permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan.

AIS Forum dibentuk pada 2018 melalui Manado Joint Declaration, atas inisiatif Indonesia bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP). Sejak terbentuk, AIS Forum rutin menggelar pertemuan Senior Official Meeting (SOM) dan pertemuan Ministerial Meeting (MM) setiap tahun. Forum ini melibatkan partisipasi 51 negara pulau dan kepulauan, tanpa memandang luas wilayah, ukuran, atau tingkat perkembangan.

“Forum ini dibentuk untuk mendorong kolaborasi antar negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan dan mitigasi perubahan iklim serta penanggulangan pencemaran di laut,” kata Sekretaris Kemenkomarves Ayodhia G. L. Kalake.

Selain itu, AIS Forum juga membuka kerja sama dengan platform dan organisasi lainnya guna memperkaya perspektif dan mencapai tujuan global yang lebih luas. Forum ini juga memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan pemuda dan masyarakat pesisir melalui ide, kreativitas, dan solusi inovatif.

“Apabila kerja sama dengan negara AIS berjalan baik, maka akan menjadi kekuatan tersendiri di kancah dunia, menjadi organisasi multiregional di seluruh samudera. Negara pulau dan kepulauan akan berperan lebih besar dalam arah kebijakan tata kelautan dunia. Melalui AIS Forum Indonesia secara strategis dapat mewujudkan diplomasi internasional yang bebas aktif,” jelas Ayodhia.

Baca Juga :  IndexPolitica : Pilpres Akan Dua Putaran

Sementara itu, Senior Advisor for Climate Environmental Governance United Nation Development Program (UNDP) Indonesia, Abdul Wahib Situmorang, mengatakan tujuan utama AIS Forum adalah untuk memperkuat kolaborasi dalam mengatasi permasalahan global yakni mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut (marine plastic debris), dan tata kelola maritim yang baik. Hal ini mencakup pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

“AIS Forum menjadi platform unik yang menghimpun negara-negara pulau dan kepulauan dari berbagai wilayah. Tujuan kami adalah mendorong aksi kolaboratif dan mengatasi tantangan bersama yang dihadapi oleh negara-negara ini dalam mengatasi permasalahan global dengan empat area utama,” ujar Abdul.

Baca Juga :  Warga Temukan Mayat Bayi di Serang

Ditambahkannya bahwa forum ini mendorong pemanfaatan potensi ekonomi yang berkelanjutan yang terkait dengan sumber daya kelautan. Beberapa sektor yang menjadi fokus adalah pariwisata, energi terbarukan, akuakultur, dan industri kelautan serta untuk memperkuat tata kelola laut yang baik, pengelolaan wilayah laut yang berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya kelautan yang adil dan berkelanjutan.

“Melalui AIS Forum, kami bertujuan untuk mempromosikan tindakan konkret, keterlibatan pemuda, dan solusi inovatif guna meningkatkan mata pencaharian komunitas pesisir. Bersama-sama, kita dapat memberikan dampak yang signifikan dan mencapai tujuan global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030,” pungkas Abdul. [*]

Berita Terkait

Pengamat Pertanyakan Hasil Studi TOD Terminal Tipe A Poris Plawad
Sinergi Pembangunan Daerah: Pj Bupati Tangerang Ajak SMSI Berperan Aktif
Komnas HAM Dipersilahkan Mediasi Warga Kampung Bayam Dengan Jakpro
Pemerintah Diminta Antisipasi Tantangan Ekonomi Pasca PemiluCaption Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.
5 KPPS di Tangsel Dirawat, 1 KPPS Pondok Jagung Meninggal Dunia
Kemacetan Jalan Raya Rawabuntu, Tangerang Selatan Tri Nurtopo “Bukan Tanggung Jawab Provinsi”
Perpres Mengenai Publisher Rights Ditandatangani oleh Presiden Jokowi Meskipun Masih Terdapat Kontroversi
AHY Resmi Menjadi Menteri ATR/BPN Seusai Dilantik Jokowi
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:45 WIB

Pengamat Pertanyakan Hasil Studi TOD Terminal Tipe A Poris Plawad

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:50 WIB

Sinergi Pembangunan Daerah: Pj Bupati Tangerang Ajak SMSI Berperan Aktif

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:05 WIB

Komnas HAM Dipersilahkan Mediasi Warga Kampung Bayam Dengan Jakpro

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:03 WIB

Pemerintah Diminta Antisipasi Tantangan Ekonomi Pasca PemiluCaption Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:22 WIB

5 KPPS di Tangsel Dirawat, 1 KPPS Pondok Jagung Meninggal Dunia

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:45 WIB

Kemacetan Jalan Raya Rawabuntu, Tangerang Selatan Tri Nurtopo “Bukan Tanggung Jawab Provinsi”

Rabu, 21 Februari 2024 - 20:28 WIB

Perpres Mengenai Publisher Rights Ditandatangani oleh Presiden Jokowi Meskipun Masih Terdapat Kontroversi

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:14 WIB

AHY Resmi Menjadi Menteri ATR/BPN Seusai Dilantik Jokowi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sekda Minta Para RT dan RW Layani Masyarakat Dengan Sepenuh Hati

Minggu, 25 Feb 2024 - 22:20 WIB

Daerah

Harga Beras Meroket Mendekati Bulan Ramadhan

Minggu, 25 Feb 2024 - 22:16 WIB

Sosialisasi

Mobil Terbang Vela Alpha Siap Dikembangkan di Indonesia

Minggu, 25 Feb 2024 - 22:13 WIB