Globalbanten.com | Kapolsek Duren Sawit AKP Sutikno saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ia menuturkan Ketika melintas, korban dipepet beberapa pengendara sepeda motor dan langsung menerima serangan dari para pelaku yang menggunakan senjata tajam.

Kawanan gangster atau komplotan bandit mengganas di wilayah Duren Sawit Jakarta Timur, dengan menyerang seorang pemuda berinisial SSA (20) saat hendak membeli nasi goreng di Jalan Dermaga hingga tewas.

Baca Juga :  Banjir Tak Pernah Ada Solusi, Warga Perumahan Binong Bentangkan Sepanduk Penuh Sindiran Kepada Pemerintah

Kapolsek Duren Sawit AKP Sutikno di Mapolsek Duren Sawit, kemarin mengatakan, kejadian itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor bersama rekannya di sekitar lokasi kejadian.

Ketika melintas, korban dipepet beberapa pengendara sepeda motor dan langsung menerima serangan dari para pelaku yang menggunakan senjata tajam.

“Saat korban melintas berboncengan sama temannya dan ada sekelompok remaja yang ramai-ramai naik motor, kelompok itu langsung turun dari motor dan tidak tahu perkaranya langsung melakukan penyerangan kepada korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Jika Janji Pemerintah Desa Cukanggalih Meleset Warga Ancam Turun Aksi yang Lebih Besar

Korban SSA mengalami luka pada bagian kakinya dan langsung dibawa oleh warga ke Puskesmas Duren Sawit. Sesampainya di Puskesmas, warga Sukabumi, Jawa Barat, itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Korban terkena sabetan senjata tajam dan mengalami luka di bagian kaki bawah sebelah kanan dan mengenai nadi vital sehingga korban kehabisan darah,” katanya.

Baca Juga :  Lapas Pemuda Tangerang Raih Penghargaan IKPA Tertinggi Bulan Oktober 2023

Pihaknya pun telah meminta Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk melakukan “visum et repertum” terhadap jasad korban.

Sutikno mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua untuk selalu menjaga anak-anaknya agar tidak keluar rumah di malam hari.

Untuk mengantisipasi gangster, begal dan tawuran, pihaknya bersama Polres Metro Jakarta Timur akan melakukan patroli rutin selama 24 jam.(JR)