GLOBALBANTEN.COM | Tangerang
Praktik perdukunan dengan modus penggandaan uang menggegerkan warga Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Sejumlah warga yang merasa tertipu langsung mendatangi lokasi praktik tersebut dan melakukan penggerebekan pada
Senin (4/10/2024)

Ketua MUI Desa Kiara Payung, Ustadz Maulana Fikri, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menemukan sejumlah alat yang digunakan untuk praktik perdukunan,” ujarnya dalam sebuah video yang beredar.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Berikan Kemudahan Layanan Publik Berbasis Teknologi Smart City dan Transformasi Digital

Ustadz Fikri mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming penggandaan uang. “Praktik seperti ini jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam dan dapat merugikan banyak orang,” tegasnya.

Baca Juga :  Happy Garden Playground Resmi Buka di Triraksa Village 2, Hiburan Keluarga Murah Meriah dengan Puluhan Permainan.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kiara Payung, Hendro Suprasto, mengungkapkan bahwa pelaku praktik perdukunan tersebut diketahui berinisial Boy dan sudah berjualan pakan ayam di sekitar lokasi kejadian selama lebih dari satu tahun.

“Pelaku ini ternyata bukan warga asli Kiara Payung, melainkan pendatang dari Kampung Kebon Kuda, Desa Tanjung Burung. Korbannya tidak hanya dari Desa Kiara Payung, tapi juga dari Desa Kalibaru,” ungkap Hendro, Senin, 4 November 2024 saat ditemui di kantor desa.

Baca Juga :  Anggota MPR RI Rano Alfath Sosialisasi Empat Pilar di Tangsel

Atas kejadian ini, pemerintah desa bersama pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan dari para korban. Warga yang merasa dirugikan akibat praktik perdukunan tersebut diminta untuk segera melapor.(Rom)