Audiensi Dugaan Perselingkuhan ASN Di DP3AP2KB Lebak, Ada Perbedaan Penafsiran Soal Status “NS” Ormas GAIB Tindaklanjuti Hasil Audiensi.

Sabtu, 24 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ormas GAIB DPC Kabupaten Lebak, menyayangkan adanya perbedaan penafsiran soal status rumahtangga Dede Agus Fahmi dengan “NS” ASN di DP3AP2KB Lebak yang diduga berselingkuh. Pasalnya, penjelasan yang disampaikan Irban III Inspektorat Lebak dan Asda I Pemkab Lebak, terlalu tergesa-gesa, padahal hasil putusan Pengadilan Agama Rangkasbitung, keduanya dinyatakan syah suami isteri.

“Apa yang disampaikan Asda I dan Irban III Inspektorat Lebak, kami rasa terlalu dini dalam menyimpulkan, tanpa krosek langsung ke Lembaga terkait, sebab hasil keputusan dari PA Rangkasbitung, keduanya masih syah suami isteri, sehingga kami patut menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh beliau selaku pemangku kebijakan, jangan sampai penjelasan yang disampaikan malah bisa merugikan Masyarakat” kata Arif Hidayat, Sekjen Ormas GAIB DPC Kabupaten Lebak, ditemui usai acara audiensi yang digelar di ruangan ASDA I Pemkab Lebak, Jum’at, 23 Februari 2024.

Baca Juga :  Proses Kasus Money Politik Caleg Dapil 3 Jakarta tidak boleh ada Keberpihakan

Menurut Arif, sudah seharusnya para pemangku kebijakan khususnya di lingkungan Pemkab Lebak, memberikan penjelasan yang benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku, bukan malah terkesan memberikan pemahaman yang keliru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat disayangkan, penjelasan yang disampaikan oleh Asda I dan Irban III ini kan tidak sinkron dengan hasil putusan PA Rangkasbitung, kami jadi heran, yang benar ini apakah penjelasan Asda I dan Irban III atau hasil putusan PA Rangkasbitung, lalu kami harus percaya ke siapa, jangan sampai ada kesan adanya keberpihakan, yang justru malah mengabaikan aturan, dan terkesan dipaksakan, Insya Allah kam menindaklanjutinya ke lembaga terkait lainnya” tandasnya.

Sementara, Mamik Selamet, juru bicara audiensi Ormas GAIB DPC Lebak, berharap agar permasalahan yang sedang disikapi oleh pihaknya, tidak terkesan ada pihak-pihak yang diduga mencoba memutarbalikkan fakta, untuk melegalisasi dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum ASN di DP3AP2KB Lebak.

Baca Juga :  Komeng, Caleg DPD RI dengan Foto Unik yang Jadi Sorotan

“Ayolah, jangan terkesan dipaksakan, tanya hasil putusan dari Pengadilan Agama ke lembaga terkait, jangan lampaui kewenangan lah, masa penjelasannya berbeda-beda, sudah lah, sebaiknya fasilitasi yang baik, sebab bagaimana pun juga Pa Dede Agus Fahmi ini kan statusnya masih Syah suami dari Ibu NS, jadi jangan berikan penjelasan yang keliru, ayolah jujur dan transparan, ga usah terlalu dipaksakan” ungkap Mamik Selamet.

Lebih lanjut Mamik Selamet mengatakan, pihaknya akan terus menindaklanjuti permasalahan tersebut, sehingga menemukan titik terang.

“Insya Allah secepatnya kami tindaklanjuti hasil audiensi yang sudah digelar ini, dan kami akan fokus bagaimana penegakan disiplin bagi ASN khususnya di Wilayah Kabupaten Lebak” pungkasnya.

Baca Juga :  Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1445 Hijriah di Rutan Kelas IIB Serang, Berlangsung Khidmat dan Lancar

Pantauan Awak Media, disela-sela audiensi, Asda I dan Irban III Inspektorat Kabupaten Lebak, sambil menunjukan bukti salinan putusan sidang Pengadilan Agama Rangkasbitung, Nomor Perkara 614/Pdt.G/2023/PA.Rks, tanggal 12 Juli 2023, keduanya menyanggah penjelasan yang disampaikan oleh juru bicara Ormas GAIB DPC Lebak, Mamik Selamet, yang menyatakan Dede Agus Fahmi dan NS masih syah berstatus suami istri, merujuk pada penetapan Pengadilan Agama Rangkasbitung, Nomor 614/Pdt.G/2023/PA.Rks, tanggal 19 Februari 2024, menetapkan :

  1. Menyatakan Putusan Nomor 614/Pdt.G/2023/PA.Rks, tanggal 12 Juli 2023 tidak mempunyai kekuatan hukum,
  2. Menetapkan Pemohon dan Termohon masih terikat perkawinan yang sah,
  3. Membebankan Pemohon membayar biaya perkara sejumlah Rp.200.000 .ujar Mamik.
    Cep apih

Berita Terkait

Buruknya Pelayanan DPMPTSP, Ahmad Suhud Minta Pj Bupati Tangerang Evaluasi Kadis dan Bawahannya
PT Bina Cipta dan Pihak ATR/BPN Mangkir Dari Rapat Mediasi Lanjutan, Warga Ancam Bongkar Pagar
Sudah Rangkap Jabatan Sampai Ambisi Jadi Sekda, Aktivis : Pj Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Kadis DPMPTSP Yang Berdampak Carut Marut Soal Perizinan
Pj Bupati Laksanakan Peletakan Batu Pertama Direct Toll Access KM 25 (Bitung)
DPMPD Monitoring Kegiatan Indeks Desa Membangun di Pakuhaji
Kunjungan Kerja Inspektur V Pada Jaksa Agung Muda Pengawas RI, di Kejaksaan Tinggi Banten Dalam Rangka Inspeksi Umum
Tingkatkan Akuntabilitas, PPK Se-Kota Tangerang Ikut Bimtek Laporan Keuangan
Dua Pegawai Desa Serdang Wetan Terlibat Narkoba, Akan Dipecat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:18 WIB

Buruknya Pelayanan DPMPTSP, Ahmad Suhud Minta Pj Bupati Tangerang Evaluasi Kadis dan Bawahannya

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:10 WIB

PT Bina Cipta dan Pihak ATR/BPN Mangkir Dari Rapat Mediasi Lanjutan, Warga Ancam Bongkar Pagar

Jumat, 12 Juli 2024 - 19:06 WIB

Sudah Rangkap Jabatan Sampai Ambisi Jadi Sekda, Aktivis : Pj Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Kadis DPMPTSP Yang Berdampak Carut Marut Soal Perizinan

Kamis, 11 Juli 2024 - 08:50 WIB

Pj Bupati Laksanakan Peletakan Batu Pertama Direct Toll Access KM 25 (Bitung)

Rabu, 10 Juli 2024 - 18:56 WIB

DPMPD Monitoring Kegiatan Indeks Desa Membangun di Pakuhaji

Berita Terbaru