Kasus CV Noor Annisa: Penyidikan Jalan di Tempat, Nama Tersangka Masih Gelap

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALBANTEN.COM, Tangerang | Kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh CV Noor Annisa Kemikal di Kecamatan Pasar Kemis terus menjadi perhatian publik. Setelah penyegelan dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), perusahaan yang dimiliki oleh Muhammad Nur, atau dikenal sebagai H. Nunung, yang merupakan ayah dari Febri Nur Irawan, anggota DPRD Kabupaten Tangerang.

Keberadaan nama pemilik ini memperpanjang daftar pertanyaan publik terhadap lambatnya penanganan kasus. Saat operasi penyegelan pada Mei 2025, tim KLH menemukan indikasi pelanggaran serius pengelolaan limbah B3: tumpukan residu oli, limbah plastik, serta genangan cairan hitam yang berpotensi mencemari tanah dan aliran air di sekitar permukiman.

Baca Juga :  Warung sembako ternyata menjual Roko non Bea cukai APH dan Bea cukai Harus Cepat Bertindak

Direktur Pengaduan dan Pengawasan KLH, Ardiyanto Nugroho, sebelumnya telah menegaskan bahwa perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Namun hingga hari ini, belum ada penetapan tersangka ataupun penjelasan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses Penyidikan Dipertanyakan

Forum Aktivis Banten Bersih (FABB) menilai proses hukum kasus ini berjalan tidak transparan dan cenderung lambat. “Jika sudah naik penyidikan, mestinya publik mengetahui siapa yang bertanggung jawab. Namun tidak ada satu pun nama yang diumumkan secara resmi,” ujar Agus Suryaman, koordinator FABB.

Agus menambahkan, penyebutan nama H. Muhammad Nur atau H. Nunung sebagai pemilik perusahaan oleh warga dan aparat desa seharusnya mendorong penyidik untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi. Keterkaitannya sebagai ayah dari seorang anggota DPRD Kabupaten Tangerang juga memunculkan dugaan adanya potensi konflik kepentingan yang dapat mempengaruhi jalannya proses hukum.

Baca Juga :  Internalisasi Pancasila dan Bela Negara Perkuat Kinerja ASN

Hingga kini, KLH maupun aparat penegak hukum belum memberikan update terkait:

Pemeriksaan terhadap pemilik maupun pengelola perusahaan, Audit lingkungan dan hasil laboratorium pencemaran, Rencana pemulihan lokasi, Penelusuran aliran limbah ke wilayah lain, Status penahanan atau pemanggilan saksi kunci.

Kekosongan informasi inilah yang dinilai FABB sebagai bentuk lemahnya transparansi penegakan hukum lingkungan.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Laporan Masyarakat, Polsek Tigaraksa Sambangi PT BLJ

Desakan Forum Aktivis Banten Bersih

FABB mengingatkan bahwa kasus limbah B3 bukan pelanggaran ringan. Dampaknya bisa berlangsung jangka panjang dan membahayakan kesehatan warga.

Karena itu, FABB mendesak:

  1. KLH mengumumkan nama tersangka secara resmi
  2. Transparansi perkembangan penyidikan dan temuan awal di lapangan.
  3. Pemilik perusahaan bertanggung jawab melakukan pemulihan lingkungan.
  4. Pemerintah Kabupaten Tangerang mengawal kasus ini dan memastikan tidak ada intervensi politik.

Kasus CV Noor Annisa Kemikal adalah ujian serius bagi integritas penegakan hukum lingkungan di Banten. Publik menunggu, dan Forum Aktivis Banten Bersih memastikan akan terus mengawalnya sampai ada kepastian hukum dan pemulihan lingkungan yang nyata.

Berita Terkait

Warung sembako ternyata menjual Roko non Bea cukai APH dan Bea cukai Harus Cepat Bertindak
Sidang Gugatan Terhadap Beberapa Perusahaan Pers Ditunda, Kuasa Hukum Harap Ada Keadilan untuk Insan Pers.
Terima Undangan Resmi, Marhadi Mantapkan Langkah di Bursa Ketua Kadin Tangsel
Kejaksaan Tinggi Banten Menahan Dua Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Jual Beli Minyak Goreng Curah
Resmob Cipondoh Tangkap Dua Pelaku Sabu di Kontrakan
DBMSDA Kabupaten Tangerang, Bidang Drainase : Bangun 3,8 Kilometer Saluran Baru, Gelontorkan Anggaran 8 Miliar Untuk 28 Titik.
Kadis DLH dan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Bungkam Soal Kasus CV Noor Annisa Kemikal
Patroli Presisi Polres Metro Tangerang Kota sisir keheningan malam ciptakan Rasa aman dan Kondusif

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:56 WIB

Warung sembako ternyata menjual Roko non Bea cukai APH dan Bea cukai Harus Cepat Bertindak

Selasa, 2 Desember 2025 - 21:13 WIB

Sidang Gugatan Terhadap Beberapa Perusahaan Pers Ditunda, Kuasa Hukum Harap Ada Keadilan untuk Insan Pers.

Jumat, 28 November 2025 - 08:09 WIB

Terima Undangan Resmi, Marhadi Mantapkan Langkah di Bursa Ketua Kadin Tangsel

Senin, 24 November 2025 - 20:35 WIB

Kejaksaan Tinggi Banten Menahan Dua Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi Jual Beli Minyak Goreng Curah

Selasa, 18 November 2025 - 13:55 WIB

DBMSDA Kabupaten Tangerang, Bidang Drainase : Bangun 3,8 Kilometer Saluran Baru, Gelontorkan Anggaran 8 Miliar Untuk 28 Titik.

Berita Terbaru