Mahasiswa Banten Nilai Penghalangan Gerakan Moral Merusak Demokrasi

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com l Aliansi Mahasiswa Provinsi Banten menilai upaya pemberhentian agenda gerakan moral mahasiswa oleh Bawaslu Kota Tangerang sangat miris dan sangat merusak nilai nilai demokratis.

“Tercium sangat menyengat bahwa hari ini kekuasaan sudah mulai menggunakan cara-cara mengancam untuk melemahkan gerakan mahasiswa khususnya di Kota Tangerang,” ujar Shandi Marta Praja dalam keterangan tertulis yang diterima Fakta Khatulistiwa, pada Jum’at (12/01/2024).

Hal itu usai Bawaslu Kota Tangerang berupa menghentikan aksi pembagian selebaran soal pelanggaran HAM yang menimpa mahasiswa di masa lalu. Namun aksi tersebut diduga sebagai negative campaign oleh Bawaslu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada tanggal 11 hari Kamis (kemarin) kami mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Provinsi Banten dengan jumlah 24 kampus se-Banten mengadakan agenda membagikan selebaran soal pelanggaran HAM masa lalu di negeri ini yang menimpa mahasiswa,” terangnya.

Baca Juga :  Tinjau Gedung Baru Samsat Cikokol, Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Maksimalkan Pelayanan

“Kita tau pra serta pasca reformasi banyak korban dari aktivis mahasiswa yang berjuang di jalan untuk memperjuangkan reformasi. Ada 13 aktivis hilang yang hingga saat ini blum di temukan lalu ada banyak kekerasan serta penghilangan paksa di zaman itu,” imbuhnya.

Dengan mengingat hal kelam itu Aliansi Mahasiswa se-Banten ini berinisiatif membagikan selebaran yang isinya dikutip dari berbagai media nasional soal pelanggaran HAM masa lalu.

“Betul bahwa ada salah satu capres berdasarkan informasi yang kami himpun dari media. Tapi kami tegaskan kami tidak mendukung capres manapun tujuan kami membagikan selebaran hanya sebagai upaya merawat ingatan tragedi kelam masa lalu agar kedepan tidak terjadi hal serupa, tentu kita semua tidak ingin kelamnya masa lalu, pembataian hingga penghilangan paksa terjadi lagi,” tegas Shandi.

Baca Juga :  4 Pilar MPR RI, Ananta Sebut Bangsa Indonesia Tengah Hadapi Tiga Tantangan Besar

Sebelumnya, mahasiswa membagikan selebaran di Kota Tangerang tepatnya di kawasan pendidikan Cikokol, ada Bawaslu, Polisi, Kejaksaan yang mengehentikan aksi gerakan tersebut.

“Kami membagikan selebaran pelanggaran HAM masa lalu. Lalu menuduh kami melakukan negative campaign yang jelas itu keliru. Mengapa demikian karena yang kami tulis adalah kutipan yang kami himpun dari berbagai media nasional yang membahas pelanggaran HAM masa lalu,”

Baca Juga :  Kapolda Metro Jaya Pimpin Upacara Sertijab

“Kami diancam dengan UU no 7 2017 pasal 280, dalam hal ini jelas Bawaslu tidak mampu membedakan mana gerakan moral dan mana negative campaign. Karena kami tidak pernah menghimbau atau mengajak siapapun memilih salah satu Capres yang saat ini berkontestasi,” jelasnya.

“Dalam hal ini saya selaku ketua Aliansi Mahasiswa Provinsi Banten sangat kecewa dan sangat menyayangkan upaya yang di lakukan Bawaslu, Polisi, dan Kejaksaan. Kemudian upaya itu semakin meyakinkan kami untuk terus berjuang dan bergerak karena semakin kami dibatasi semakin dekat apa yang kami sampaikan dengan kebenaran,” pungkasnya. (midi)

Berita Terkait

Jurnalis di Tuba ditusuk OTK mohon Kepolisian Tangkap Pelaku
Final Carabao Cup 2023/2024: Chelsea vs Liverpool
Kementerian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 H
Nisfu Syaban: Malam Khusus Yang Dihidupkan Dengan Amalan Dan Doa
Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap Dua Remaja Diringkus Polisi Polsek Trimurjo
Stabilisasi Harga, Pemkot Tangerang Jual Ratusan Ton Beras SPHP
Sinergi Pembangunan Daerah: Pj Bupati Tangerang Ajak SMSI Berperan Aktif
Dampak Aktivitas Galian Tanah Ilegal di Tigaraksa Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:22 WIB

Jurnalis di Tuba ditusuk OTK mohon Kepolisian Tangkap Pelaku

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:33 WIB

Final Carabao Cup 2023/2024: Chelsea vs Liverpool

Jumat, 23 Februari 2024 - 14:44 WIB

Kementerian Agama Akan Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1445 H

Jumat, 23 Februari 2024 - 14:41 WIB

Nisfu Syaban: Malam Khusus Yang Dihidupkan Dengan Amalan Dan Doa

Jumat, 23 Februari 2024 - 14:37 WIB

Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap Dua Remaja Diringkus Polisi Polsek Trimurjo

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:50 WIB

Sinergi Pembangunan Daerah: Pj Bupati Tangerang Ajak SMSI Berperan Aktif

Kamis, 22 Februari 2024 - 15:28 WIB

Dampak Aktivitas Galian Tanah Ilegal di Tigaraksa Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:05 WIB

Komnas HAM Dipersilahkan Mediasi Warga Kampung Bayam Dengan Jakpro

Berita Terbaru

Olah Raga

Final Carabao Cup 2023/2024: Chelsea vs Liverpool

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:33 WIB