GLOBALBANTEN.COM | Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Tangerang Berdaulat, menggeruduk Kantor Pemerintahan Daerah Kabupaten Tangerang, Rabu (5/2/2025).

Aksi demonstrasi meminta PJ Bupati Tangerang Andi Oni Prihartono dan Sekda Soma Atmaja agar memberikan Kelarifikasi kepada masyarakat pesisir pantai dan pertanggungjawaban secara Hukum tekait di terbitkannya izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) kepada PT. Intan Agung Makmur tanpa adanya pengecekan kelapangan terlebih dahulu

Tidak hanya itu masa juga meminta penjelasan terkait terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan Sertifikat Hak Milik (SHM), milik anak perusahaan Agung Sedayu, di area pagar laut pesisir Kabupaten Tangerang.

Baca Juga :  Otorita Ibu Kota Nusantara Gelar Groundbreaking Tahap 4

“Kami menuntut kepada pemerintah Kabupaten Tangerang, Terutama Pj Bupati Andi Oni dan Sekda Soma Atmaja yang pada saat ijin rekomendasi PKKPR di terbitkan Soma Atmaja sebagai Kepala dinas DPMPTSP Kabupaten Tangerang dan yang menandatangani surat ijin rekomendasi adalah Soma Atmaja, jadi kami meminta klarifikasi dan dasar hukum menerbitkan rekomendasi dan izin pemanfaatan tata ruang khususnya yang berada di perairan pantai utara,” ucap Asmudyanto kordinator Aksi

Baca Juga :  Nasi Kotak Basi Warnai Muskot Kadin Tangerang Selatan

Tak hanya soal ijin rekomendasi PKKPR yang di keluarkan oleh Pemda Kabupaten tangerang masa juga mempertanyakan terkait penertiban SHGB dan SHM, serta meminta agar Kepala Desa Kohod, Arsin untuk kooperatif terkait kasus pagar laut.

Terlebih, Kades Kohod mangkir dari panggilan Bareskrim, untuk mengklarifikasi SHGB dan SHM di area pagar laut.

“Kami juga meminta Kepala Desa Kohod untuk kooperatif, apalagi kemarin mangkir dari panggilan Bareskrim, setelah adanya isu dugaan pemalsuan girik di area pagar laut oleh Kades Kohod, serta melakukan pemeriksaan terhadap PJ bupati Dan sekda Kabupaten Tangerang oleh Bareskrim Polri” pungkas Asmudyanto.

Baca Juga :  Audiensi Dugaan Perselingkuhan ASN Di DP3AP2KB Lebak, Ada Perbedaan Penafsiran Soal Status "NS" Ormas GAIB Tindaklanjuti Hasil Audiensi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, masa dengan membawa satu mobil pikap berisi pengeras suara, serta spanduk dan tidak lupa bendera sangsaka merah putih.

Cekcok antara massa aksi dengan aparat kepolisian pun sempat terjadi, kala mereka mencoba menerobos barikade polisi

Bebeberapa di antaranya berupaya untuk menerobos barier yang dipasang pihak kepolisian di depan kantor Pemda Kabupaten Tangerang. (Jack)