Bawaslu Tak Lanjutkan Laporan atas Anies soal Lahan Prabowo, Ini Alasannya

Sabtu, 27 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com l Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memutuskan untuk tidak melanjutkan penelusuran terhadap laporan dari Pendekar Hukum Pemilu Bersih (PHPB) terkait dugaan fitnah lahan 340 ribu hektare yang disebutkan oleh capres nomor urut 1 Anies Baswedan dalam debat ketiga Pilpres 2024. Keputusan ini diambil karena tidak terpenuhinya unsur materil dalam laporan tersebut.

Baca Juga :  Prabowo dan Ganjar soal Program Makan Gratis dan Internet Gratis

Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan unsur pidana dalam laporan tersebut. Oleh karena itu, laporan tersebut tidak akan diteruskan ke tahap selanjutnya.

Anies Baswedan dilaporkan ke Bawaslu oleh PHPB atas dugaan fitnah terkait pernyataannya mengenai luas lahan tanah yang dimiliki Prabowo Subianto. PHPB menyebut bahwa pernyataan Anies mengenai luas lahan tersebut tidak benar.

Meskipun Anies mengklarifikasi angka tersebut selama debat, Bawaslu menyimpulkan bahwa tidak ada pidana yang terbukti, dan oleh karena itu, penelusuran tidak dilanjutkan menjadi penyidikan atau temuan hukum.

Baca Juga :  Survey Kepuasan Publik Tangerang Raya Periode survei 1-9 Januari 2024

Laporan dari PHPB menyebut bahwa Anies Baswedan memberikan pernyataan yang tidak benar terkait luas lahan milik Prabowo Subianto, dan laporan tersebut juga menyinggung pernyataan Anies yang dianggap menghina kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan

Berita Terkait

Terkesan Kebal Hukum,Sebuah Toko di Duga Menjual Obat Keras Secara Ilegal di Wilayah Hukum Polsek Kalideres
Upayakan Stabilkan Harga Beras, Pemprov Banten Gelar Operasi PasarSERANG
Al Muktabar Penuhi Panggilan Bawaslu, Soal Dugaan Netralitas
Pemerintah Diminta Antisipasi Tantangan Ekonomi Pasca PemiluCaption Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.
Seorang Pemuda di Duren Sawit Tewas Diserang Gangster
5 KPPS di Tangsel Dirawat, 1 KPPS Pondok Jagung Meninggal Dunia
Perpres Mengenai Publisher Rights Ditandatangani oleh Presiden Jokowi Meskipun Masih Terdapat Kontroversi
Politik Uang Warnai Pileg Pemilu 2024 di Dapil 1, Aktivis : Bawaslu Harus Tegas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 14:26 WIB

Terkesan Kebal Hukum,Sebuah Toko di Duga Menjual Obat Keras Secara Ilegal di Wilayah Hukum Polsek Kalideres

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:21 WIB

Upayakan Stabilkan Harga Beras, Pemprov Banten Gelar Operasi PasarSERANG

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:20 WIB

Al Muktabar Penuhi Panggilan Bawaslu, Soal Dugaan Netralitas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:03 WIB

Pemerintah Diminta Antisipasi Tantangan Ekonomi Pasca PemiluCaption Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:25 WIB

Seorang Pemuda di Duren Sawit Tewas Diserang Gangster

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:22 WIB

5 KPPS di Tangsel Dirawat, 1 KPPS Pondok Jagung Meninggal Dunia

Rabu, 21 Februari 2024 - 20:28 WIB

Perpres Mengenai Publisher Rights Ditandatangani oleh Presiden Jokowi Meskipun Masih Terdapat Kontroversi

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:12 WIB

Politik Uang Warnai Pileg Pemilu 2024 di Dapil 1, Aktivis : Bawaslu Harus Tegas

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Di duga banyaknya mafia solar berkeliaran di Kota tangerang

Selasa, 5 Mar 2024 - 16:38 WIB

Olah Raga

SIP Angkatan 52 Polda Banten Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani

Selasa, 5 Mar 2024 - 14:47 WIB

Pemerintahan

Pj Bupati Tangerang Apresiasi Pol PP, Linmas dan Damkar

Senin, 4 Mar 2024 - 21:53 WIB

Pemerintahan

Kepala Lapas Tangerang Bantah Adanya Dugaan Sewa Kamar Penjara

Senin, 4 Mar 2024 - 19:14 WIB