JAM-Pidum Menyetujui 7 Pengajuan PenghentianPenuntutan Berdasarkan Restorative Justice

Selasa, 9 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com l Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 7 permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, yaitu dengan Tersangka Nanda Situmorang anak dari Jonson Situmorang dari Kejaksaan Negeri Majalengka, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Tersangka Asrul bin Arjudin alias Asrul dari Cabang Kejaksaan Negeri Donggala di Sabang, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Tersangka Muhammad Firdi dari Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, yang disangka melanggar Pasal 480 Ayat (1) KUHP tentang Penadahan.
Tersangka Aripin bin Mahidin dari Kejaksaan Negeri Lampung Timur, yang disangka melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP tentang Penadahan.

Tersangka Risman Toni bin Jumhori dari Kejaksaan Negeri Lampung Timur, yang disangka melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP tentang Penadahan.
Tersangka Ujang Rohidik bin (Alm.) Mangkaju dari Kejaksaan Negeri Lampung Timur, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Tersangka Mulyadi alias Anang bin Rusli dari Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin, yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.

Baca Juga :  Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Beri Remisi Khusus Natal Tahun 2023 Kepada 120 Warga Binaan Pemasyarakatan Beragama Nasrani

Dimana Alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan karena Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf.

Dan Tersangka belum pernah dihukum serta Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana dimana Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

Dan Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya dan Proses perdamaian dilakukan secara sukarela dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi, Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar, Pertimbangan sosiologis. Serta Masyarakat merespon positif.

Baca Juga :  4 Orang Remaja Asal Pakuhaji Tangerang Tega Cabuli Gadis Dibawah Umur

Selanjutnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Dr. Ketut Sumedana melalui laporan tertulis mengatakan,” jam-Pidum memerintahkan kepada Para Kepala Kejaksaan Negeri dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. ” Tutup Ketut Sumedana Selasa ( 09-01-2024)(JK)

Berita Terkait

Polsek Metro Tanah Abang Ringkus 2 Pelaku Pencuri Motor di Depan Rumah Makan
Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Judi Online Beromzet Puluhan Miliar
Selain Keberadaannya di RTH, Tumpukan Sampah Yang Bau Di Keluhkan Warga Legok
Lapas Kelas Satu Tangerang Gandeng Kejaksaan Negeri Tangerang Dalam Penanganan Hukum
Praktisi Hukum Pertanyakan dugaan Pengembalian Uang hasil Korupsi ke BPKAD
Hengky dan Hendra,di Duga Memalsukan Surat-Surat Garapan Laut,Negara di Rugikan.
4 Orang Remaja Asal Pakuhaji Tangerang Tega Cabuli Gadis Dibawah Umur
Kapolsek Pasar Kemis Tegasakan Akan Tindak Tegas Pelaku Tawuran

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 17:25 WIB

Polsek Metro Tanah Abang Ringkus 2 Pelaku Pencuri Motor di Depan Rumah Makan

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:00 WIB

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Judi Online Beromzet Puluhan Miliar

Kamis, 6 Juni 2024 - 12:55 WIB

Selain Keberadaannya di RTH, Tumpukan Sampah Yang Bau Di Keluhkan Warga Legok

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:00 WIB

Lapas Kelas Satu Tangerang Gandeng Kejaksaan Negeri Tangerang Dalam Penanganan Hukum

Senin, 3 Juni 2024 - 18:00 WIB

Praktisi Hukum Pertanyakan dugaan Pengembalian Uang hasil Korupsi ke BPKAD

Sabtu, 1 Juni 2024 - 15:55 WIB

Hengky dan Hendra,di Duga Memalsukan Surat-Surat Garapan Laut,Negara di Rugikan.

Sabtu, 1 Juni 2024 - 15:46 WIB

4 Orang Remaja Asal Pakuhaji Tangerang Tega Cabuli Gadis Dibawah Umur

Selasa, 28 Mei 2024 - 23:02 WIB

Kapolsek Pasar Kemis Tegasakan Akan Tindak Tegas Pelaku Tawuran

Berita Terbaru