Globalbanten.com | Pelaksanaan program kolaborasi penerapan kawasan kumuh kemiskinan ekstreem, stunting dan ODF, bertempat di kampung peuteuy RT 025/02 desa cikasungka kecamatan solear, kabupaten tangerang, Rabu (8/11/2023).

Kampung Peuteuy RT 025/02 Desa Cikasungka dijadikan lokus penanganan pengentasan kemiskinan ekstreem, karena terindikasi masih banyaknya warga sekitar yang kehidupannya jauh dari hidup yang layak.

Camat Solear, Saedaman mengatakan betul kampung peuteuy desa cikasungka dijadikan lokus pengentasan kemiskinan ekstreem, dan ini adalah intruksi pemerintah pusat dalam hal ini bapak Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Bekali Sikap Perilaku Netralitas Anggota Polri pada Pemilu 2024, Kapolres Metro Tangerang Kota Bagikan Buku Saku

“Insya Allah, langkah langkah pemerintah daerah bersama sama dengan OPD akan segera menata kampung peuteuy agar segera cepat keluar dari kawasan kemiskinan ekstreem, salah satunya mungkin dengan program bedah rumah, Jambanisasi dan lainnya, tadi juga disampaikan ada bantuan bedah rumah sebanyak 19 unit,”ucapnya.

Baca Juga :  Bawa Kabur Motor Warga Perum Batara Solear, Pemuda Asal Sajera Nyaris Tewas Dikeroyok Massa

Sementara salah satu warga sekitar, Asiah mengungkapkan bahwa kalau dikatakan lingkungan kami masuk dalam daftar kemiskinan ekstreem benar adanya, karena warga di sini belum bisa dikatakan hidup layak.

“Warga di sini, penghasilannya ga menentu, makanya kami sangat mengharapkan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pusat, mudah mudahan setelah semua melihat situasi disini akan ada perubahaan,”ujarnya.

Baca Juga :  ASTRA Tol Tangerang-Merak lakukan rekonstruksi dan pelapisan ulang aspal

Sayang banget kang Anggara desa besar akantetapi masuk daerah kemiskinan ekstrim Intinya kepala desa nya kurang kreatif dan kurang peka terhadap masyarakatnya.

Dan kami berharap dijabatan yang ke 2 kalinya, kepala desa bisa lebih memprioritaskan program kesejahteraan masyarakatnya, ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut Camat Solear, Bappeda, Dinas Pertanian, Perkim, Kesehatan dan OPD lainnya, mahasiswa/i beberapa universitas, warga sekitar.