GLOBALBANTEN.COM | Tangerang
Ratusan warga rela mengantri dan berdesakan untuk mendapatkan tabung Gas LPG 3 Kg di setiap agen yang ada di Kota Tangerang Banten

Salahsatunya seperti adanya antrian warga dengan membawa tabung gas 3kg yang tampak di kawasan Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Rabu 5 Februari 2025.

Ya, saat ini, tabung gas yang diperuntukan bagi masyarakat menengah kebawah ini, semakin sulit untuk didapatkan. Karena adanya pengurangan kuota subsidi LPG pada tahun 2025 sebesar 407.555 metrik ton di Jakarta.

Baca Juga :  CAPRES PRABOWO BICARA KEBEBASAN PERS DAN EKONOMI PANCASILA

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan realisasi penyaluran LPG pada tahun 2024 sebesar 414.134 metrik ton.

Oleh karena itu, warga di Sukasari rela berlama-lama mengantri untuk mendapatkan gas tabung melon ini. Tidak hanya itu, sebagian warga juga khawatir tidak kebagian, karena terbatasnya jumlah ketersediaan.

Baca Juga :  Parah, Muncul Lagi Surat Edaran Uji Kompetensi Tanda Tangan Plh. Sekda, Pj. Bupati Tutup Mata

“Kita udah ngantri lama-lama, takut gak kebagian doang ini. Soalnya katanya jumlahnya terbatas,” ucap warga saat tengah mengantri.

Selain itu, kelangkaan itu juga disebabkan oleh libur nasional yang menghambat distribusi gas. Bahkan, mulai 1 Februari 2025, Kementerian ESDM mewajibkan pengecer beralih menjadi pangkalan resmi untuk bisa mendapatkan stok gas melon untuk dijual.

Baca Juga :  Kemeriahan Pesta Rakyat dan Karnaval Diapresiasi Warga Sindang Jaya

“Kalo gak ada gas 3 kilo nanti kita masak pake apa? Aturan pemerintah kadang suka bikin repot kita (warga -red) aja dah,” sesal warga lainnya.

Terpantau di lokasi, warga silih berganti datang ke agen gas subsidi tersebut. Bahkan tidak sedikit yang mengeluh karena terbatasnya jumlah pasokan.

“Saya ikut ngantri gas, takutnya besok gak bisa masak. Makan apa kita?,” tuturnya khawatir.(Rom)