Diduga Mafia Solar Berlenggang Bebas Diwilayah Hukum Polres Metro Tangerang Kota

Jumat, 29 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com l Pemerintah pusat terus berupaya menyalurkan BBM bersubsidi jenis solar agar tepat sasaran melalui barcode, namun masih ada saja oknum yang bermain untuk mencari keuntungan diri sendiri. Salah satunya yang dilakukan mafia Solar berinisial (JY) yang berlenggang bebas diwilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, (29/12/2023)

Mafia solar ini memodifikasi kendaraan truknya (helikopter:red) untuk mengisi berulang kali BBM bersubsidi jenis Solar dengan menggunakan barcode yang dibeli dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Serahkan SK Kenaikan Gaji Berkala Kepada 3.443 PPPK

Menurut pengakuan Jabrik selaku pengurus di lapangan, dirinya mengakui kalau kendaraan modifikasi tersebut adalah milik JY yang merupakan warga Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mobilnya punya JY, kita coba-coba main sendiri, jangan sampai pribumi disini hanya jadi penonton.” ungkapnya kepada tim investigasi.

Selain itu, Jabrik juga menyebut bukan hanya dirinya yang berkecimpung di BBM bersubsidi ini, melainkan masih banyak yang berseliweran di Kota Tangerang ini.

Baca Juga :  Error, Akses Ditolak Pada Tender Kemenhub "Ko Bisa"?

Berdasarkan pernyataan tersebut, kemudian tim investigasi kembali menggali informasi dilapangan sedikitnya masih ada 2 pemain besar di wilayah hukum Polres Metro Tangerang yaitu TM

Untuk itu, pemerintah melalui Satgas Migas maupun Polri khususnya Polres Metro Tangerang Kota perlu mengambil tindakan tegas terhadap mafia solar dan SPBU nakal yang mengakali BBM bersubsidi yang peruntukannya adalah untuk masyarakat kurang mampu.

Baca Juga :  Survey Kepuasan Publik Tangerang Raya Periode survei 1-9 Januari 2024

Terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar ini, berdasarkan Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 angka 9 Perppu RI Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, para pelanggar dapat diancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 60 milyar.(red)

Berita Terkait

Polisi Dalami Kasus Anak Bunuh Ayah di Tangerang, Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan
Ditresnarkoba Polda Banten Berhasil Menangkap Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba
Dua Pria Diserahkan Warga ke Polisi Beli Rokok Mengunakan Uang Palsu
Sekda Hadiri Grand Opening Tanri Abeng University
Kejaksaan Tinggi Banten Tangkap 1Tersangka Korupsi Pembebasan Lahan
Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Uang Rp52 Juta Milik Pedagang Sembako di Sepatan, Tangerang
Program CSR Pemberdayaan Wanita PLN IP UBP Banten 3 Lontar Tangerang, Raih Penghargaan Gold Dalam Ajang CSR Dan PDB Awards 2024.
Surati KemenPUPR, Apindo Banten Keluhkan Kemacetan Perbaikan Jalan di Tangerang

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:01 WIB

Polisi Dalami Kasus Anak Bunuh Ayah di Tangerang, Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:28 WIB

Ditresnarkoba Polda Banten Berhasil Menangkap Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba

Rabu, 15 Mei 2024 - 19:59 WIB

Dua Pria Diserahkan Warga ke Polisi Beli Rokok Mengunakan Uang Palsu

Rabu, 15 Mei 2024 - 19:55 WIB

Sekda Hadiri Grand Opening Tanri Abeng University

Rabu, 15 Mei 2024 - 12:44 WIB

Kejaksaan Tinggi Banten Tangkap 1Tersangka Korupsi Pembebasan Lahan

Sabtu, 11 Mei 2024 - 18:54 WIB

Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Uang Rp52 Juta Milik Pedagang Sembako di Sepatan, Tangerang

Kamis, 9 Mei 2024 - 21:32 WIB

Program CSR Pemberdayaan Wanita PLN IP UBP Banten 3 Lontar Tangerang, Raih Penghargaan Gold Dalam Ajang CSR Dan PDB Awards 2024.

Rabu, 8 Mei 2024 - 18:32 WIB

Surati KemenPUPR, Apindo Banten Keluhkan Kemacetan Perbaikan Jalan di Tangerang

Berita Terbaru

Sosialisasi

Pj Bupati Resmikan Puskesmas Kelapa Dua

Jumat, 17 Mei 2024 - 16:42 WIB