Di Duga Mafia Gas 3 Kg Di Rw O7 Perum GTA Desa Daon Kec.Rajeg Kebal Hukum

Rabu, 20 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALBANTEN.COM, Tangerang | Praktek pengoplosan gas elpiji 3 kg bersubsidi ke Tabung 12 kg non subsidi di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten itu tampaknya diduga kebal hukum terus saja membandel beroperasi sampai saat ini.

Menurut informasi yang didapat, pengoplosan tersebut dilakukan dengan cara memindahkan isi gas elpiji tiga kilogram bersubsidi ke tabung 12 kilogram non subsidi lima puluh kilogram.

Untuk menggali informasi lebih lanjut, Awak Media mencoba menghubungi ke salah satu RW 07 setempat melalui WhatsApp, Selasa (19-03-2024) Engan menjawab, Syamsul Bahri selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gabungnya Wartawan Indonesia (DPD GWI) Provinsi Banten angkat bicara melaporkan ke Pertamina Pusat, Mabes Polri, agar segerah di tindak oknum mafia gas tersebut yang ada di lokasi yang diduga tempat pengoplosan tersebut, terlihat jelas banyaknya tabung gas elpiji ukuran 3 Kilogram dan tabung 12 Kilogram, 50 Kilogram di lokasi tersebut.

Namun menurutnya, jika ada rekan-rekan Awak Media dan lembaga yang datang langsung tidak di ijinkan masuk ke dalam lokasi yang diduga adanya mafia gas di area tersebut.

Baca Juga :  Gara Gara Uang Kordinasi Rp.150.000 Seorang Kepala Kuli Ditangkap

Diduga mafia gas yang ada di lokasi RW Gatot dan Peri Boss besarnya yang selama ini merugikan rakyat saat gas 3 kg sekarang ini langkah di pasaran,akibat mafia gas merajalela dan kebal hukum di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Jika mengacu kepada Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dengan Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga :  Error, Akses Ditolak Pada Tender Kemenhub "Ko Bisa"?

Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, bahan bakar gas, dan/atau Liquefied Petroleum Gas yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Mengacu pada Pasal 62 junto Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar.
tandasnya (Rom)

Berita Terkait

Polisi Tangerang Ungkap Pembunuhan Sadis Bocah 7 Tahun Oleh Tante Sendiri, Kapolres: Ini Motifnya
Maraknya Curanmor di Wilayah Curug Meresahkan Warga, APH Diminta Segera Bertindak
Polresta Bandara Soetta Dicurhati Puluhan Karyawan Kargo
Pj Bupati Tangerang: Pemkab Terus Dukung Dan Prioritaskan UMKM
Pj Bupati Tangerang Kickoff Pertandingan Sepakbola Pekan Olahraga Buruh 2024
Puluhan Bangli di Alar Jiban Desa Kohod Ditertibkan
Di Duga Alat Berat Pembangunan PD Pasar Anyer Memakai Solar Bersubsidi
Gandeng Stakeholder, Satlantas Polresta Bandara Soetta Atur Arus Lalu-lintas

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 15:43 WIB

Polisi Tangerang Ungkap Pembunuhan Sadis Bocah 7 Tahun Oleh Tante Sendiri, Kapolres: Ini Motifnya

Rabu, 24 April 2024 - 15:40 WIB

Maraknya Curanmor di Wilayah Curug Meresahkan Warga, APH Diminta Segera Bertindak

Rabu, 24 April 2024 - 15:37 WIB

Polresta Bandara Soetta Dicurhati Puluhan Karyawan Kargo

Selasa, 23 April 2024 - 17:45 WIB

Pj Bupati Tangerang: Pemkab Terus Dukung Dan Prioritaskan UMKM

Selasa, 23 April 2024 - 16:58 WIB

Pj Bupati Tangerang Kickoff Pertandingan Sepakbola Pekan Olahraga Buruh 2024

Selasa, 23 April 2024 - 15:21 WIB

Di Duga Alat Berat Pembangunan PD Pasar Anyer Memakai Solar Bersubsidi

Selasa, 23 April 2024 - 15:19 WIB

Gandeng Stakeholder, Satlantas Polresta Bandara Soetta Atur Arus Lalu-lintas

Selasa, 23 April 2024 - 15:17 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Teluknaga Tangerang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Polresta Bandara Soetta Dicurhati Puluhan Karyawan Kargo

Rabu, 24 Apr 2024 - 15:37 WIB