Bogor, Globalbanten.com | Kebakaran melanda sebuah rumah yang digunakan sebagai gudang pabrik furnitur di Kampung Batutapa, Kabupaten Bogor, Minggu (20/8/2023) dini hari. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini juga menghanguskan tiga mobil yang ada di dalam gudang.

Polisi yang menangani musibah ini menduga kebakaran disebabkan konsleting listrik. Kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Seperti yang terlihat dalam rekaman video amatir detik-detik terjadinya kebakaran di gudang furnitur milik Imam (55), warga Kampung Batu Tapa, Desa Cikopo, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor ini, berlangsung cukup cepat.

Baca Juga :  Dipanggil Presiden terkait Pencemaran Udara, Al Muktabar Bakal Lakukan Langkah Ini

Tidak ada warga yang mengetahui awal kebakaran. Namun, api baru disadari saat sudah membubung tinggi dari dalam gudang tersebut dini hari tadi.

Kobaran api semakin cepat karena selain kondisi cuaca panas, bahan-bahan yang tersimpan di dalam gudang merupakan busa yang mudah terbakar.

Baca Juga :  PBH Peradi dan Dewan Pimpinan Peradi Tangerang, Sambangi Pengadilan Agama Kota Tangerang

Empat unit pemadam kebakaran dari Parung, Kota Depok, dan Cibinong dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, petugas mengalami kesulitan karena kobaran api sudah telanjur membesar ke seluruh isi gudang. Api baru padam setelah membakar seluruh isi gudang.

Kepala Unit Lantas Polsek Gunung Sindur Iptu Rudi Hartono yang juga merupakan polisi RW Desa Cikopo mengungkapkan kebakaran diduga dari konsleting listrik.

Baca Juga :  Donor Darah Jelang Hari Bhayangkara ke-78, Polres Metro Tangerang Kota Gandeng PMI dan Motivasi Masyarakat

“Diperkirakan api berasal dari konsleting listrik, petugas pemadam didatangkan dari Bogor, Parung, dan Depok,” ungkap Rudi.

Akibat kebakaran ini kerugian diperkiaran mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Selain meludeskan seluruh isi gudang, tiga unit mobil yang tersimpan di dalam gudang juga turut terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *