Imbas Truk Terguling, Lalin Tol Wiyoto Wiyono Macet hingga 7 Kilometer

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com |Truk kontainer mengalami kecelakaan dan terguling di ruas Km 15+800 Tol Wiyoto Wiyono, menyebabkan arus lalu lintas di Tol Wiyoto Wiyono arah Priok mengalami kemacetan hingga 7 kilometer. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 07.51 WIB, dan saat ini petugas sedang melakukan penanganan kejadian.

“Kami sedang melakukan penanganan, mengingat butuh alat berat. Petugas juga masih dalam proses penanganan,” kata Febri, petugas call center Tol Wiyoto Wiyono, saat dihubungi pada Rabu (31/1/2024).

Dampak dari kecelakaan ini terlihat dengan adanya antrean kendaraan dari arah Cawang menuju Ancol dan sebaliknya. “Ada antrean kendaraan baik dari arah Cawang menuju Ancol dan sebaliknya,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Antrean kendaraan ke arah Priok mencapai 7 kilometer, sementara lalu lintas ke arah Warakas juga mengalami kemacetan hingga 2 kilometer. “Ekor kepadatan sudah sampai sekitar Cempaka Putih yang arah ke Ancol. Yang arah ke Tanjung Priok sudah sampai Ancol arahnya ke Warakas,” ungkap Febri.

Baca Juga :  Tidak Terima Disebut Wajah Wajah Pungli, Seorang Jurnalis Laporkan "Kordi" Toko Obat ke Polisi

Sebelumnya, truk kontainer tersebut mengalami kecelakaan tunggal di Tol Wiyoto Wiyono arah Priok. Truk kontainer menabrak pembatas jalan hingga keluar jalur yang berlawanan. Petugas tengah berupaya untuk segera menangani keadaan dan membersihkan jalur tol untuk memulihkan kelancaran arus lalu lintas.(il/BDR)
[31/1 09.44] @pw: Pembuatan Kue Keranjang di Toko Legendaris Bandung

BANDUNG |

Suasana di Jalan Pajagalan, Astanaanyar, Kota Bandung, terpantau lengang pada Selasa (30/1/2024) siang. Meski demikian, salah satu toko kue keranjang di jalan tersebut cukup ramai, di mana pembeli kue khas Imlek ini keluar masuk silih berganti.

Baca Juga :  Tinjau Gedung Baru Samsat Cikokol, Pj Gubernur Al Muktabar: Pemprov Banten Maksimalkan Pelayanan

Kunjungan ke tempat produksi kue keranjang tersebut mengungkapkan suasana yang cukup ramai, dengan belasan pegawai yang sibuk dengan berbagai aktivitas seperti membuat adonan, mencetak, memasukkan ke oven, mengemas, menggunting sisa plastik, memberi label, hingga memasukkan ke dalam kardus untuk dijual.

Menjelang Tahun Baru Imlek, ribuan pak kue keranjang diproduksi setiap harinya di pabrik yang telah beroperasi sejak tahun 1940. Pemilik toko, Vincent Rulianto, menyatakan bahwa mendekati Imlek, produksi kue keranjang bisa mencapai 2 ton per hari dengan sekitar 4-5 ribu pis per hari, dan melibatkan proses pembuatan selama sekitar 18 jam.

Vincent menjelaskan bahwa kue keranjang yang diproduksi di tempatnya tidak hanya dijual di Kota Bandung, tetapi juga di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Cirebon, hingga wilayah Jakarta.

Baca Juga :  Komnas HAM Dipersilahkan Mediasi Warga Kampung Bayam Dengan Jakpro

Usaha kue keranjang ini merupakan warisan dari buyutnya dan telah turun temurun hingga kepada dirinya saat ini. Vincent menyebut bahwa eksistensi kue keranjang menjelang Imlek terus meningkat.

“Makin terkenal, inikan makanan khas Imlek, mau yang merayakan atau tidak semua mengenalnya,” ujar Vincent.

Pada momen Imlek, kue keranjang sering dibawa untuk sembahyang atau berdoa, dan dianggap sebagai simbol keluarga harmonis dan lengket. Untuk momen Imlek tahun ini, pabriknya dapat memproduksi 40 hingga 50 ribu pak kue keranjang, yang dapat dipesan atau dibeli langsung di tokonya dengan berbagai varian rasa dan ukuran.(il/BDR)

Berita Terkait

Tega, Penjual Nasi Padang di Solear Aniaya Anak Dibawah Umur, Ibu Korban Lapor Polisi
Harga Beras Meroket Mendekati Bulan Ramadhan
Tidak Terima Disebut Wajah Wajah Pungli, Seorang Jurnalis Laporkan “Kordi” Toko Obat ke Polisi
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Optimistis Pembangunan Pabrik Smelter Freeport di Gresik Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Soal Harga Beras Mahal, Kapolres Serang Sebut ada Indikator Spekulan Penimbun Beras
Pengamat Pertanyakan Hasil Studi TOD Terminal Tipe A Poris Plawad
Jurnalis di Tuba ditusuk OTK mohon Kepolisian Tangkap Pelaku
Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap Dua Remaja Diringkus Polisi Polsek Trimurjo
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Februari 2024 - 22:18 WIB

Tega, Penjual Nasi Padang di Solear Aniaya Anak Dibawah Umur, Ibu Korban Lapor Polisi

Minggu, 25 Februari 2024 - 22:16 WIB

Harga Beras Meroket Mendekati Bulan Ramadhan

Sabtu, 24 Februari 2024 - 09:05 WIB

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Optimistis Pembangunan Pabrik Smelter Freeport di Gresik Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:41 WIB

Soal Harga Beras Mahal, Kapolres Serang Sebut ada Indikator Spekulan Penimbun Beras

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:45 WIB

Pengamat Pertanyakan Hasil Studi TOD Terminal Tipe A Poris Plawad

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:22 WIB

Jurnalis di Tuba ditusuk OTK mohon Kepolisian Tangkap Pelaku

Jumat, 23 Februari 2024 - 14:37 WIB

Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap Dua Remaja Diringkus Polisi Polsek Trimurjo

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:52 WIB

Stabilisasi Harga, Pemkot Tangerang Jual Ratusan Ton Beras SPHP

Berita Terbaru

Pemerintahan

Sekda Minta Para RT dan RW Layani Masyarakat Dengan Sepenuh Hati

Minggu, 25 Feb 2024 - 22:20 WIB

Daerah

Harga Beras Meroket Mendekati Bulan Ramadhan

Minggu, 25 Feb 2024 - 22:16 WIB

Sosialisasi

Mobil Terbang Vela Alpha Siap Dikembangkan di Indonesia

Minggu, 25 Feb 2024 - 22:13 WIB