GLOBALBANTEN.COM, Serang | Bau belerang menyengat tercium di kawasan Puspemkab Serang di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Analisis Kebijakan Muda Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Teddy Hendrayadi mengatakan, di bawah kawasan Puspemkab Serang terdapat kandungan gas biogenik, bukan belerang. “Memang di kawasan itu ada gas biogenik, karena dari informasi Badan Geologi menjelaskan seperti itu,” ungkap Teddy. Namun penelitian belum dilakukan secara detail, karena alatnya belum ada yang bisa mendeteksi secara rinci.
Baca Juga :  Bupati Tangerang Tinjau Perbaikan Jalan Syekh Nawawi Usai Hadiri Muliad Ke-19 Kecamatan Gunung Kaler
Pantauan awak media, sumber air belerang muncul di saluran drainase di halaman proyek pembangunan gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ada beberapa titik yang menimbulkan luapan air belerang. Bau menyengat juga tercium hingga ke Markas Polres Serang. Sejumlah pegawai Pemkab Serang yang sudah menempati gedung di Puspemkab Serang juga mengeluhkan adanya air belerang itu. Mereka merasa terganggu karena air belerang itu menimbulkan bau yang menyengat. Menurut Teddy, gas biogenik atau gas dangkal terbentuk dari bakteri metanogenik pada lingkungan anaerobik, khususnya pada daerah-daerah yang tingkat sedimentasinya sangat tinggi.
Baca Juga :  Polisi Bandara Soetta Ajak para Porter Hindari Tawuran dan Judi Online
“Gas biogenik ini dulunya terbentuk karena rawa-rawa jadi ada pembusukan yang ketutup,” terangnya. Ia mengaku, pihaknya sudah menginformasikan kepada Pemkab Serang bahwa di bawah Puspemkab terdapat kandungan gas karena di sekitarnya sudah terdapat titik semburan gas seperti di gedung Mapolres Serang maupun di dekat Tol Serang Panimbang.
Baca Juga :  Semarak Merdeka di Pagedangan: Karang Taruna Aster 3 Hadirkan Pesta Budaya yang Memukau!
Bahkan, lanjutnya, titik semburan gas dilaporkan hingga ke daerah Pontang atau di Pantai Utara Banten. Bahkan, setiap tahun ada yang melapor. Teddy meminta kepada masyarakat dan pemerintah yang akan membangun gedung atau rumah agar tidak melakukan pengeboran. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan semburan gas lebih besar, bahkan ledakan. “Kami memang tidak menyarankan untuk melakukan pengeboran,” ujarnya. Kalaupun harus mengebor, maka perlu diteliti dulu dan jangan sampai ngebor kalau ada gas.