Glibalbanten.com | Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan optimisme terhadap pembangunan pabrik pengolahan hasil tambang (smelter) oleh PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik, yang diharapkan dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect) dan mengangkat perekonomian masyarakat.

Dalam keterangannya saat menerima kunjungan Vice President (VP) Government Relation & Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia, Harry Pancasakti, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Adhy Karyono mengungkapkan bahwa pembangunan smelter telah menyerap sekitar 30 ribu tenaga kerja secara kumulatif.

Baca Juga :  ‎Kajati Banten Lantik Pejabat Eselon III di Wilayah Hukum Kejati Banten‎

“Komposisi tenaga kerja pembangunan smelter sebagian besar berasal dari Indonesia, dengan sekitar 60 persen di antaranya berasal dari wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.

Pabrik smelter yang sedang dibangun ini menjadi yang kedua bagi PT Freeport Indonesia setelah yang pertama dibangun pada tahun 1996 dan dikelola oleh PT Smelting.

Dengan investasi mencapai 3,1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp48 triliun per akhir Desember 2023, pembangunan pabrik ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2024 dan diharapkan dapat mulai beroperasi sebelum akhir tahun.

Baca Juga :  Dr. Didik Farkhan Alisyahdi Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Lantik Eselon ll Dan lll

Pabrik smelter tersebut, dengan desain Single Line terbesar di dunia, akan mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.

Adhy Karyono menegaskan bahwa kebutuhan air untuk pabrik smelter akan dipasok melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gresik sebanyak 150 liter per detik.

Baca Juga :  Bupati Tangerang Hadiri Penyerahan Dana Operasional MUI Kecamatan

Dari segi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pembangunan smelter ini telah berdampak pada perputaran ekonomi yang signifikan. Adhy Karyono berharap bahwa ketika pabrik smelter mulai beroperasi, perputaran ekonomi dari sektor UMKM akan semakin meningkat.

“Pemerintah telah berupaya membuka peluang, dan kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat meresponsnya secara positif,” tambahnya.

Adhy Karyono menyatakan harapannya agar setiap pembangunan di Jawa Timur dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.(wld)