Penyalahgunaan Solar Bersubsidi Marak di Kota Tangerang

Sabtu, 6 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com l Penyalahgunaan solar bersubsidi ditengarai marak terjadi di kota Tangerang, banyak oknum tidak bertanggung jawab yang berupaya meraup keuntungan dari jenis BBM bersubsidi ini.

Salah satunya diduga dilakukan mafia Solar berinisial C yang memiliki gudang di wilayah Pantura kota Tangerang untuk overtap solar subsidi dari kendaraan truk modifikasi (helikopter:red) untuk dipindah ke mobil transportir, Sabtu
(06/01/2024)

Kendaraan truk yang telah dimodifikasi mengisi berulang kali BBM bersubsidi jenis Solar di SPBU dengan menggunakan barcode yang dibeli dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang kemudian akan dijual kembali menjadi solar industri yang harganya jauh lebih tinggi.

Menurut pengakuan Ibrahim selaku pengurus, dirinya mengakui adanya aktifitas yang berkaitan dengan solar di gudang tersebut.

“Saya tidak kenal dengan yang namanya C, saya pengurusnya. Untuk pemiliknya yang saya tau Tono, tapi nanti akan coba saya hubungi lagi besok,” ungkapnya kepada tim investigasi.

Baca Juga :  Pj Bupati Tangerang Apresiasi Kades Kohod Kembangkan Pertanian Terpadu Berkelanjutan

Selain itu, Ibrahim juga membenarkan kalau sebelumnya gudang tersebut pernah dikelola oleh seorang yang bernama Andri.

Berdasarkan hasil temuan tersebut tim akan berupaya menginformasikan kepada apartur seperti Satgas Migas maupun Polri khususnya Polres Metro Tangerang Kota untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para mafia solar yang mengakali BBM bersubsidi yang semestinya diperuntukan bagi masyarakat.

Baca Juga :  HUT Polairud ke-73, Tanam Mangrove di Tanjung Pasir

Terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar ini, berdasarkan Pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 angka 9 Perppu RI Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja, para pelanggar dapat diancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 60 milyar.(Rom)

Berita Terkait

Polsek Metro Tanah Abang Ringkus 2 Pelaku Pencuri Motor di Depan Rumah Makan
Buntut Ucapan Kotor Kades Pasirkembang Komunitas LSM Dan Wartawan Lebak Desak Camat Maja Gelar Audiensi
Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Judi Online Beromzet Puluhan Miliar
Selain Keberadaannya di RTH, Tumpukan Sampah Yang Bau Di Keluhkan Warga Legok
Lapas Kelas Satu Tangerang Gandeng Kejaksaan Negeri Tangerang Dalam Penanganan Hukum
Kegiatan Patroli Skala Besar, Kapolrestro Tangerang Kota dan Kabid Humas Menyambangi Pos Satkamling di Nusa Jaya Karawaci
Gak Punya Otak, Sudah langgar Perbup Dump Truk Angkutan Tanah Merah Oprasi di Saat Jalan Kodisi Macet
Praktisi Hukum Pertanyakan dugaan Pengembalian Uang hasil Korupsi ke BPKAD

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 17:25 WIB

Polsek Metro Tanah Abang Ringkus 2 Pelaku Pencuri Motor di Depan Rumah Makan

Jumat, 7 Juni 2024 - 17:09 WIB

Buntut Ucapan Kotor Kades Pasirkembang Komunitas LSM Dan Wartawan Lebak Desak Camat Maja Gelar Audiensi

Jumat, 7 Juni 2024 - 12:00 WIB

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Judi Online Beromzet Puluhan Miliar

Kamis, 6 Juni 2024 - 12:55 WIB

Selain Keberadaannya di RTH, Tumpukan Sampah Yang Bau Di Keluhkan Warga Legok

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:00 WIB

Lapas Kelas Satu Tangerang Gandeng Kejaksaan Negeri Tangerang Dalam Penanganan Hukum

Rabu, 5 Juni 2024 - 15:43 WIB

Kegiatan Patroli Skala Besar, Kapolrestro Tangerang Kota dan Kabid Humas Menyambangi Pos Satkamling di Nusa Jaya Karawaci

Senin, 3 Juni 2024 - 18:04 WIB

Gak Punya Otak, Sudah langgar Perbup Dump Truk Angkutan Tanah Merah Oprasi di Saat Jalan Kodisi Macet

Senin, 3 Juni 2024 - 18:00 WIB

Praktisi Hukum Pertanyakan dugaan Pengembalian Uang hasil Korupsi ke BPKAD

Berita Terbaru