Peredaran Obat Keras Golongan G Menjamur di Jakarta Utara, Miris….. Terkesan Tutup Mata.

Selasa, 2 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALBANTEN.COM,Jakarta |
Masih maraknya peredaran obat keras golongan G dan lemahnya pengawasan dan penindakan yang di lakukan oleh APH membuat para mafia obat keras itu leluasa dalam menjalankan bisnis haram nya,hal tersebut terlihat dari masih maraknya toko-toko yang berkedok kosmetik.
Lebih menarik nya para mafia obat ilegal tersebut saat ini sudah merubah tampilan toko nya menjadi toko Sembako.

Seperti yang terlihat di jl.Raya Dadap No.67.B RT 7/RW 1,Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta
Toko yang terlihat dari depan seperti menjual kebutuhan rumah tangga itu diduga hanya sebagai kedok,dari pantauan awak media di lapangan toko tersebut ramai di kunjungi anak muda dan lebih miris nya terlihat si penjaga toko sedang melayani seorang pelanggan wanitanya.

Baca Juga :  BPBD Lebak Akan Data Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Cimarga

Saat awak media melakukan wawancara dengan penjaga toko,IPL pria lajang yang berhasil di konfirmasi oleh awak mengakui kalau ia hanya sebagai penjaga toko,dan baru saja bekerja sekira satu bulan setengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“kalau Bosnya (TFK) bang,dia lagi pulang kampung,kalau saya hanya sebagai penjaga toko”ujar nya

Ketika di konfirmasi lebih lanjut lagi (IFL) ini mengatakan jika toko nya tersebut buka dari jam 6.30 wib pagi hingga pukul 22.00 wib Malam, sementara untuk gaji ia mengaku hanya di gaji satu juta/bulan.

“Buka dari pagi sampai malem bang, sementara jenis yang kita jual hanya dua macam, Exymer dan tramadol”pungkasnya.

Baca Juga :  Tinjau Langsung ke Lokasi Banjir di Perum Binong Permai, PJ Bupati Ultimatum Kadis DBMSD

Terpisah melalui sambungan telpon seorang pria yang mengaku berinisial (TFK) menjelaskan bahwa ia pernah juga buka toko yang diduga menjual obat ilegal Golongan G tersebut di Daerah Tangerang.

“saya pernah juga bang,jualan di Tangerang cuma kan sepi,kita sekarang pindah ke Jakarta yang lebih kondusif”ujarnya.

“Lebih lanjut pria yang dari awal mengaku berinisial (TFK),namun tidak berselang lama ia mengaku berinisial (AGS),hal ini semakin membuat tim yang melakukan investigasi merasa ada yang di tutupi.

“Kalau (Tfk )itu kakak saya,nanti saya konfirmasi dulu sama kakak ya bang,kalau bisa jangan di publikasikan keberadaan toko kami bang”imbuhnya.

Baca Juga :  Menkes Canangkan Imunisasi Hepatitis B di RSUD Kabupaten Tangerang

Di waktu yang berbeda ketika awak media melakukan investigasi kembali ke toko tersebut ternyata masih buka dan berjualan secara bebas, bos mafia obat ilegal tersebut sudah sangat merasa kebal hukum,
Melalui sambungan telpon seorang pria berinisial (ALX) mengatakan jika segala sesuatu nya yang menyangkut di lapangan sudah di serahkan kepada (DD.)

Maraknya peredaran obat keras golongan G ini tidak lepas adanya dugaan di bekingi oleh oknum APH,hal itu seperti yang di ucapkan oleh alx dalam sambungan telpon saat di konfirmasi beberapa waktu yang lalu.

“Abng konfirmasi sama bang ( DD,)untuk urusan toko semua dia yang ngurus,kalau saya hanya sebagai penyambung”(Rom)

Berita Terkait

Buruknya Pelayanan DPMPTSP, Ahmad Suhud Minta Pj Bupati Tangerang Evaluasi Kadis dan Bawahannya
PT Bina Cipta dan Pihak ATR/BPN Mangkir Dari Rapat Mediasi Lanjutan, Warga Ancam Bongkar Pagar
Mengarah Ketidakterimaan Akibat Dikritisi, Diduga OPD di Kabupaten Tangerang Meretas Beberapa Media Online
Polisi Amankan 2 Orang Tersangka Penyimpan Sabu Seberat 20 kg di Sebuah Kos-Kosan
Pj Bupati Tangerang Hadiri Pembukaan Rakernas XVI APKASI, Otonomi Expo dan APKASI Procurement Network 2024
Kejati Kalbar Bantah Tidak Lakukan Penyelidikan Terkait Kasus Mark-up Atas Pembelian Lahan Oleh Bank Kalbar
Polda Sumatra Utara Mengamankan Diduga Pelaku Pembakaran Rumah Wartawan di Tanah Karo
Jaksa Agung RI Melantik Dr. Siswanto, SH., MH, Sebagai Kajati Banten

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:18 WIB

Buruknya Pelayanan DPMPTSP, Ahmad Suhud Minta Pj Bupati Tangerang Evaluasi Kadis dan Bawahannya

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:10 WIB

PT Bina Cipta dan Pihak ATR/BPN Mangkir Dari Rapat Mediasi Lanjutan, Warga Ancam Bongkar Pagar

Jumat, 12 Juli 2024 - 18:00 WIB

Mengarah Ketidakterimaan Akibat Dikritisi, Diduga OPD di Kabupaten Tangerang Meretas Beberapa Media Online

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:16 WIB

Pj Bupati Tangerang Hadiri Pembukaan Rakernas XVI APKASI, Otonomi Expo dan APKASI Procurement Network 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 08:32 WIB

Kejati Kalbar Bantah Tidak Lakukan Penyelidikan Terkait Kasus Mark-up Atas Pembelian Lahan Oleh Bank Kalbar

Berita Terbaru