GLOBALBANTEN.COM, Lampung | Kerap di ejek lantaran belum punya anak oleh tetangganya, SA (30) seorang pria di Lampung Utara berujung masuk bui, dimana SA sebagai pelaku atas tindak pidana pembunuhan terhadap Sumini (55) yang tak lain adalah tetangganya sendiri.
Peristiwa yang sontak menggegerkan warga setempat, dimana korban seorang wanita paru Sumini (55) yang tinggal di Wonogiri II, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.
Setelah melakukan pembunuhan, pelaku SA (30) yang merupakan tetangga korban diamankan petugas sehari setelah kejadian saat berada di Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Kasat Reskrim Polres Lampung Utara Iptu Stefanus Reinaldo Senin, 24 Juni 2024

Barang bukti meliputi satu kabel mikrofon, keset lantai, uang Rp175 ribu, pompa ban manual, gayung, serta kaos hitam pelaku saat menghabisi nyawa korban.
Masih Iptu Stefanus Reinaldo, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pelaku diamankan sehari usai kejadian.
Dari hasil pemeriksaan, terang Kasat, pembunuhan itu dipicu sakit hati pelaku atas ucapan korban Sumini (55) dimana pelaku yang belum memiliki anak mendapat ucapan tidak elok dari korban.
“Ada ucapan dari korban yang membuat pelaku sakit hati, sehingga ia melakukan aksi nekat tersebut,” kata Iptu Stefanus.
Kronologi pembunuhan itu, jelas Kasat, pada Minggu, 23 Juni 2024, pelaku berpura-pura meminjam pompa ban kepada korban lewat pintu belakang.
Setelah berpura-pura menggunakan pompa tersebut, pelaku mengembalikan pompa sembari melihat situasi.
Setelah itu, pelaku membekap korban dan menjatuhkannya ke lantai.
Dalam kondisi korban setengah sadar, pelaku mencekik korban dengan kabel mikrofon yang diambilnya dari kamar.
Setelah memastikan korban tidak bernafas, pelaku menyeret korban ke kamar dan menutup wajah korban dengan keset lantai dan menyiramkan air.
“Pelaku sengaja mengacak-ngacak rumah korban untuk mengelabui kejadian seakan-akan rumah korban dirampok. Bahkan, uang korban yang sempat diambil pun ia buang,” terang Kasat.
Bukan itu saja, pelaku bahkan sempat membantu memasang tarup di rumah korban saat proses pemakaman.
Saat diperiksa, SA mengaku tidak menyesal melakukan perbuatan tersebut karena sudah terlalu sakit hati.
Menurut pengakuan SA, ia melakukan perbuatan keji tersebut karena sering mendapat ejekan dari korban.
Sumini sering mengejek pelaku karena tidak memiliki keturunan dan bahkan menyarankan istrinya berselingkuh.
“Saya sakit dengan ucapan korban yang mengatakan untuk ‘menggadokan’ istri saya kepada laki-laki lain karena sampai sekarang kami belum diberi keturunan,” terang SA saat tengah menjalani pemeriksaan.
(Zk)


Tinggalkan Balasan