GLOBALBANTEN.COM | Demonstrasi Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang di depan kantor Bupati Tangerang, berujung ricuh, Jumat 27 September 2024.

Pantauan Portal Desa di lokasi mahasiswa terlihat adu dorong dengan aparat kepolisian dan satpol PP Kabupaten Tangerang, akibatnya seorang mahasiswa bernama Galih tumbang terkapar dan menjerit kesakitan.

Baca Juga :  Ironis, Penjual Obat Daftar G Merambah ke Warung Klontongan

“Woy, Ini tulang punggung gua sakit, aduh sakit, aduh sakit,” kata Galih menjerit kesakitan sambil terbaring di jalan depan kantor Bupati Tangerang.

Usai orasi Ketua GMNI Kabupaten Tangerang, Endang Kurnia mengaku pihaknya dari siang hingga petang melakukan aksi demonstrasi secara damai tapi pihak kepolisian dan satpol PP kata dia malah melakukan represif.

Baca Juga :  Said Didu Hari ini Dipanggil Polisi Buntut Tuduh Kades Paksa Warga Jual Tanah ke PIK 2

“Pihak kepolisian sama satpol PP Kabupaten Tangerang malah melakukan represif menendang kader saya punggung ditendang dan dipukul tulang ekornya dan lutut,” kata Endang Kurnia kepada sejumlah wartawan.

Lebih lanjut Endang mengatakan selain akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan gelombang massa yang cukup besar pihaknya juga akan membuat laporan kepolda Banten terkait insiden represif tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat, RSUD Kota Tangerang Tanda Tangani Kerjasama Dengan JNE

“Kami pastikan kami akan melayangkan laporan terkait tindakan refresif yang dilakukan para aparat tadi, kami akan laporkan ke Polda,” pungkasnya.

Sebagai informasi aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang ini adalah refleksi dari hari tani tahun 2024. (Rom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *