Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Buka Suara Terkait Laporan Mentri Keuangan ke Kejagung

Selasa, 19 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBALBANTEN.COM, jakarta | Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) buka suara terkait temuan empat debiturnya yang diduga melakukan tindak pidana korupsi/fraud senilai Rp 2,5 triliun. Temuan itu dilaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ke Kejaksaan Agung pada Senin (18/3).

Dikutip dari detik.com Direktur Eksekutif LPEI Riyani Tirtoso mengatakan pihaknya sepenuhnya mendukung langkah Menteri Keuangan dan Jaksa Agung untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan hukum yang diperlukan terhadap debiturnya yang bermasalah secara hukum.

“LPEI menghormati proses hukum yang berjalan, mematuhi peraturan perundangan yang berlaku dan siap untuk bekerjasama dengan Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan aparat penegak hukum lainnya dalam penyelesaian kasus debitur bermasalah,” kata Riyani dalam keterangan tertulis, Selasa (19/3/2024).

LPEI menegaskan bahwa pihaknya senantiasa menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik, berintegrasi dalam menjalankan seluruh aktivitas kegiatan operasi lembaga dan profesional dalam menjalankan mandatnya mendukung ekspor nasional yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Sri Mulyani ke Kejagung menyerahkan hasil pemeriksaan adanya dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana pada LPEI. Pada tahap awal terdapat empat debitur yang terindikasi fraud dengan outstanding pinjaman mencapai Rp 2,5 triliun.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Kembali Raih Juara Umum Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Terbaik Se-Banten

“Hari ini khusus kami menyampaikan 4 debitur yang terindikasi fraud Rp 2,5 triliun,” ucap Sri Mulyani di Lobby Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Debitur tersebut yakni PT RII sebesar Rp 1,8 triliun, PT SMS sebesar Rp 216 miliar, PT SPV sebesar Rp 144 miliar, dan PT PRS sebesar Rp 305 miliar. Mereka terdiri dari korporasi yang bergerak di bidang kelapa sawit, batu bara, nikel dan perkapalan.

Selain itu, masih ada enam debitur lainnya di tahap kedua yang sedang didalami dengan indikasi fraud senilai Rp 3 triliun. Saat ini prosesnya masih dalam proses pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan akan diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dalam rangka recovery asset.

Baca Juga :  Pj Bupati Andi Ony Buka Kejuaraan Panahan Pelajar

“Saya ingin mengingatkan kepada yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), tolong segera tindaklanjuti ini daripada perusahaan ini nanti akan kami tindaklanjut secara pidana,” tegas Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam kesempatan yang sama.

Laporan kredit LPEI ini terdeteksi pada 2019 dan sampai saat ini para debitur perusahaan tersebut statusnya belum ditentukan.

Berita Terkait

Jajaran Pengurus Dan Anggota DPC GWI Kota Tangerang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H
Mobil Tertabrak Kereta Tanpa Plang Perlintasan Ibu dan Anak Tewas
Pemerintah Beri Remisi Khusus dan Pengurangan Masa Pidana, Bagi Narapidana Muslim di Idulfitri 1445 H
Di Penghujung Ramadhan 1445 H, Ketua Pasukan Militan Sachrudin, Kunjungi H.sachrudin Calon Walikota Tangerang 2024-2029
Kompolnas Apresiasi Pelayanan Prima Polresta Bandara Soetta untuk Pemudik
Cek Pos Pam dan Pos Yan Mudik 2024, Kapolres Metro Tangerang Beri Semangat Personil
Helmy Halim Bukber dan Santunan di Banjar Wijaya
Dominasi Warga Tinggal di Perumahan Diwilayah Desa Cikasungka, Kades Cikasungka H.Muhamad Supriyadi Sampaikan Pesan ini Bagi Yang Mudik

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 13:35 WIB

Jajaran Pengurus Dan Anggota DPC GWI Kota Tangerang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H

Kamis, 11 April 2024 - 14:27 WIB

Mobil Tertabrak Kereta Tanpa Plang Perlintasan Ibu dan Anak Tewas

Rabu, 10 April 2024 - 19:12 WIB

Pemerintah Beri Remisi Khusus dan Pengurangan Masa Pidana, Bagi Narapidana Muslim di Idulfitri 1445 H

Rabu, 10 April 2024 - 00:01 WIB

Di Penghujung Ramadhan 1445 H, Ketua Pasukan Militan Sachrudin, Kunjungi H.sachrudin Calon Walikota Tangerang 2024-2029

Senin, 8 April 2024 - 21:06 WIB

Kompolnas Apresiasi Pelayanan Prima Polresta Bandara Soetta untuk Pemudik

Senin, 8 April 2024 - 15:44 WIB

Cek Pos Pam dan Pos Yan Mudik 2024, Kapolres Metro Tangerang Beri Semangat Personil

Senin, 8 April 2024 - 15:42 WIB

Helmy Halim Bukber dan Santunan di Banjar Wijaya

Senin, 8 April 2024 - 07:19 WIB

Dominasi Warga Tinggal di Perumahan Diwilayah Desa Cikasungka, Kades Cikasungka H.Muhamad Supriyadi Sampaikan Pesan ini Bagi Yang Mudik

Berita Terbaru