Sorotan Terhadap Pungutan di SMAN 22 Kabupaten Tangerang, Ini Tanggapan Ketua MKKS SMA

Selasa, 27 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Globalbanten.com | Keputusan SMAN 22 Kabupaten Tangerang untuk mengumpulkan kontribusi dari orang tua murid guna membantu pembiayaan tuta walas dan pembina telah menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Meskipun pembiayaan sekolah negeri seharusnya menjadi tanggung jawab provinsi, keputusan ini menjadi sorotan karena menambah beban ekonomi orang tua murid.

Menyikapi hal ini, Drs Bonar MM, pemerhati pendidikan, menegaskan bahwa sekolah negeri seharusnya mendapatkan alokasi anggaran yang cukup dari provinsi tanpa harus membebankan tambahan biaya kepada orang tua murid. Lebih lanjut, Bonar menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan dan kewajiban pemerintah daerah untuk memastikan sekolah-sekolah negeri mendapatkan pendanaan yang mencukupi.

Baca Juga :  Penuhi Hak Kesehatan Warga Binaan, Lapas Pemuda Tangerang Gelar Senam Bersama dan Pembagian Vitamin

Terkait hal ini, Krismadermaki, ketua MKKS SMA Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui musyawarah komite sekolah dan orang tua siswa. Namun, sebagian pihak masih mempertanyakan praktik ini mengingat pungutan dan sumbangan biaya pendidikan diatur dalam peraturan yang melarang pungutan kepada peserta didik yang tidak mampu secara ekonomis, tidak boleh dikaitkan dengan persyaratan akademik, dan dilarang dilakukan oleh komite sekolah.

Berdasarkan Permendikbud No. 44 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah :

Pungutan tidak boleh dilakukan kepada peserta didik, orang tua, atau wali murid yang tidak mampu secara ekonomis.

Pungutan tidak boleh dikaitkan dengan persyaratan akademik untuk penerimaan peserta didik, penilaian hasil belajar peserta didik, dan/atau kelulusan peserta didik.

Baca Juga :  Perjalanan KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Normal Lagi Usai Sempat Tertahan

Pungutan tidak boleh digunakan untuk kesejahteraan anggota komite sekolah atau lembaga representasi pemangku kepentingan satuan pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya

Kontroversi ini menegaskan perlunya pemerintah daerah dan komite sekolah untuk mematuhi peraturan yang berlaku dalam mengelola dana pendidikan serta menjaga transparansi dalam setiap keputusan yang diambil untuk kepentingan pendidikan anak-anak.

Berita Terkait

Buruknya Pelayanan DPMPTSP, Ahmad Suhud Minta Pj Bupati Tangerang Evaluasi Kadis dan Bawahannya
PT Bina Cipta dan Pihak ATR/BPN Mangkir Dari Rapat Mediasi Lanjutan, Warga Ancam Bongkar Pagar
Sudah Rangkap Jabatan Sampai Ambisi Jadi Sekda, Aktivis : Pj Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Kadis DPMPTSP Yang Berdampak Carut Marut Soal Perizinan
Pj Bupati Laksanakan Peletakan Batu Pertama Direct Toll Access KM 25 (Bitung)
DPMPD Monitoring Kegiatan Indeks Desa Membangun di Pakuhaji
Kunjungan Kerja Inspektur V Pada Jaksa Agung Muda Pengawas RI, di Kejaksaan Tinggi Banten Dalam Rangka Inspeksi Umum
Pj Bupati Tangerang Hadiri Pembukaan Rakernas XVI APKASI, Otonomi Expo dan APKASI Procurement Network 2024
Warga Kota Tangerang Gara – gara Gaptek, Terancam Tidak Lanjut Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 17:18 WIB

Buruknya Pelayanan DPMPTSP, Ahmad Suhud Minta Pj Bupati Tangerang Evaluasi Kadis dan Bawahannya

Jumat, 12 Juli 2024 - 21:10 WIB

PT Bina Cipta dan Pihak ATR/BPN Mangkir Dari Rapat Mediasi Lanjutan, Warga Ancam Bongkar Pagar

Jumat, 12 Juli 2024 - 19:06 WIB

Sudah Rangkap Jabatan Sampai Ambisi Jadi Sekda, Aktivis : Pj Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Kadis DPMPTSP Yang Berdampak Carut Marut Soal Perizinan

Kamis, 11 Juli 2024 - 08:50 WIB

Pj Bupati Laksanakan Peletakan Batu Pertama Direct Toll Access KM 25 (Bitung)

Rabu, 10 Juli 2024 - 18:56 WIB

DPMPD Monitoring Kegiatan Indeks Desa Membangun di Pakuhaji

Berita Terbaru